Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
9 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fadli Sebut 'Radikalisme' Adalah Kambing Hitam, Arsul Kembalikan ke Gerindra

Fadli Sebut Radikalisme Adalah Kambing Hitam, Arsul Kembalikan ke Gerindra
Foto: detik.com
Sabtu, 28 Desember 2019 12:54 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai, isu radikalisme menjadi satu dalih yang paling mudah untuk menutupi ketidakbecusan pengelolaan negara.

"Harus ada kambing hitam, dan kambing hitam itu namanya adalah radikalisme. Padahal, di balik radikalisme ini, menurut saya adalah ketidakbecusan di dalam me-manage dan mengelola bangsa ini," tandas mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, itu.

Hal itu disampaikan Fadli dalam diskusi bertajuk 'Indonesia Milik Kita atau Milik Siapa?' di Restoran Raden Bahari, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019) kemarin. Fadli awalnya mengutip Bung Hatta soal tujuan kemerdekaan, yaitu mencapai kebahagiaan rakyat, kesejahteraan rakyat, kebebasan dan kemerdekaan rakyat, serta kedamaian rakyat.

Menanggapi hal itu, Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019), menyatakan, Fadli Zon sebaiknya bertanya kepada Menteri Pertahanan Prabowo dan Menteri KKP Edhy Prabowo.

Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, adalah politisi dari Partai yang sama dengan Fadli. Prabowo Subianto, bukan hanya Ketua Umum Gerindra, tapi juga dikenal sebagai sosok militer yang disegani.

"Benar nggak pemerintah sengaja hembuskan isu radikalisme seperti itu," ujar Arsul.

Jika benar, menurut Arsul, paling tidak Prabowo dan Edhy akan mengetahui hal itu. Sebab keduanya, saat ini menduduki kursi di kabinet kedua pemerintahan Joko Widodo, meski Gerindra adalah rival Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu.***

wwwwww