Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
10 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wacana Politik Paling Konyol saat Ini

Wacana Politik Paling Konyol saat Ini
Peneliti Forum Masyakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus di kantornya. (Foto: Zul/GoNews)
Jum'at, 16 Agustus 2019 00:04 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai wacana politik nasional yang paling ngawur saat ini adalah wacana penambahan kursi pimpinan MPR RI menjadi 10 orang.

"Dari sekian banyak kegaduhan wacana politik, (penambahan kursi pimpinan MPR jadi 10 kursi, red) itu yang paling konyol (saat ini, red), saya kira," tukas Lucius di kantornya, Kamis (15/08/2019).

"Sulit sekali mencari pembenaran atas wacana itu," ujarnya menambahkan.

Lucius memaparkan, jika elit politik yang melontarkan wacana itu berdalih agar pimpinan MPR betul-betul bisa jadi representasi rakyat, "kenapa kursi pimpinan MPR tidak sekalian diisi oleh 9 perwakilan fraksi DPR RI dan 34 perwakilan DPD untuk masing-masing provinsi yang ada?".

Elit yang memunculkan wacana ini, menurut Lucius, baru saja membongkar syahwat kekuasaannya. Jika elit tersebut adalah anggota DPR, "dia tidak bisa juga seenaknya merubah ketetapan yang sudah ada,".

"Anggota DPR itu tidak mengambil semua mandat dari rakyat. Kita (rakyat, red) hanya memberikan delegasi terbatas kepada anggota DPR untuk memperjuangkan aspirasi," kata Lucius.

Seperti diketahui, pekan ini muncul wacana agar kursi pimpinan MPR ditambah menjadi 10 orang. Di awal pemerintahan Jokowi, pimpinan MPR berjumlah lima orang. Kemudian ditambah menjadi 7 orang.***

wwwwww