Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
4 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Perkuat Kerjasama Dagang dengan Rusia, Kadin Jatim Singgung Kesiapan Produktifitas dan Upah 24 Juta Angkatan Kerja

Perkuat Kerjasama Dagang dengan Rusia, Kadin Jatim Singgung Kesiapan Produktifitas dan Upah 24 Juta Angkatan Kerja
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Foto: VOA Indonesia)
Senin, 12 Agustus 2019 06:41 WIB
JAKARTA - Perwakilan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur melakukan kunjungan bisnis ke Rusia beberapa waktu lalu. Kunjungan itu, berbuah peluang penguatan kerjasama dagang antara Provinsi Jawa Timur dengan Rusia.

"Peluang investasi yang bisa dikerjasamakan antara lain, sektor industri makanan minuman, kimia dan farmasi, industri karet dan plastik, industri kertas dan printing, peralatan mekanik, kendaraan dan suku cadang, mesin elektrik hingga infrastruktur pendukung pariwisata," terang Tim Ahli Kadin Jawa Timur, Jamhadi, seperti dikutip CNNIndonesia dari Antara, Minggu (11/08/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Jamhadi mengaku telah menyampaikan pada pengusaha Rusia bahwa terdapat 24 juta angkatan kerja di Jatim. Para pekerja diklaim mendukung kehadiran pengusaha global untuk breinvestasi di Indonesia. Salah satu dukungannya berupa produktivitas yang tinggi dan upah yang kompetitif.

"Tujuan kami di sana berupaya menggaet investor dari Moskow. Itu bagian dari strategi memperbesar bisnis kedua negara baik dari sisi perdagangan maupun investasi," ujarnya.

Menurut dia, hubungan bisnis antara Jatim dan Rusia sudah terjalin baik, namun masih defisit dari sisi neraca perdagangan. Maka itu, pengusaha menjalankan strategi subtitusi industri untuk membenahi defisit neraca perdagangan dengan Rusia.

Sebagai informasi, peluang bisnis di Jatim tersebar di berbagai proyek, antara lain Industri Pelayaran senilai US$2,7 juta, Pelabuhan Halal dan Syariah US$18 juta, Wisata di Situbondo US$30 juta, serta fasilitas penunjang di Gunung Bromo dan Industri Besi dan Baja.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:CNNIndonesia
Kategori:GoNews Group, Pasar & Niaga, Parlemen
wwwwww