Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
24 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
24 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
4
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
22 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
5
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
37 menit yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
1 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Kekurangan Personel di Perbatasan, KSAD Usul Ada Anggota TNI Non Reguler

Kekurangan Personel di Perbatasan, KSAD Usul Ada Anggota TNI Non Reguler
Round Table Discussion Lemkaji MPR dengan tema 'Wilayah Negara dan Sitem Pertahanan dan Keamanan Menurut UUD NRI Tahun 1945 di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen'
Selasa, 02 Juli 2019 13:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menginginkan adanya personel TNI non reguler untuk mengamankan wilayah perbatasan NKRI.

Hal ini diungkapkan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, dalam Round Table Discussion Lemkaji MPR dengan tema 'Wilayah Negara dan Sitem Pertahanan dan Keamanan Menurut UUD NRI Tahun 1945 di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen', Senayan, Jakarta, Selasa (2/7/2019) siang.

Menurutnya, Tentara Nasional Indonesia, khususnya Angkatan Darat, saat ini tidak memiliki cukup personel untuk menjaga seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada dasarnya kata Andika, jumlah personel militer merupakan penilaian subjektif yang bergerak dinamis sesuai situasi terkini. Dia mencontohkan saat personel TNI AD diperbantukan untuk pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu Serentak 2019.

"Jumlah personel kami 318 ribu sedangkan jumlah TPS 810 ribu, bukannya kami ingin berada di seluruh TPS, tetapi kami unsur bantuan kepada Polri pada saat itu," ujar Andika.

Lanjut Andika, pada realitas lainnya, ketika TNI AD ingin menambah personel secara reguler. Hal ini terkendala oleh ketersediaan anggaran dari negara.

Sebagai solusi, Mantan Pangkostrad ini menyebut ada peluang menggunakan personel cadangan, yakni personel TNI non reguler yang bekerja sesuai dengan kebutuhan.

"Menggunaan personel cadangan atau part time, kita meng-hire mereka tidak seperti tentara reguler. Untuk biaya bisa kita bicarakan nanti," jelasnya.

"Misalnya dengan memelihara tentara reguler itu berapa jumlah biaya perkapita dan untuk reserve (personel cadangan) itu akan lebih murah," pungkasnya.***

wwwwww