Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
23 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
20 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
22 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
18 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Gerhana Matahari Total, LAPAN Sebut Tak Ada Efek Kecuali...

Gerhana Matahari Total, LAPAN Sebut Tak Ada Efek Kecuali...
Ilustrasi: shutterstock
Selasa, 02 Juli 2019 17:28 WIB
JAKARTA - Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana matahari total yang terjadi hari ini, Selasa (02/07/2019) tidak memberikan efek signifikan bagi Indonesia.

"Tidak ada efeknya kecuali efek peningkatan pasang air laut yang biasa terjadi setiap bulan baru (pergantian bulan, red)," kata Thomas dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selian itu, gerhana matahari total kali ini juga tak bisa diamati dari Indonesia. Gerhana matahari total kali ini, bisa diamati di Pasifik dan Amerika Selatan.

Masyarakat yang berada di Samudera Pasifik bagian selatan, Amerika Selatan, Chile, dan Argentina, menjadi yang beruntung kali ini karena bisa mengamati penampakan gerhana matahari total.

Selain Amerika Selatan dan Chile, Space melaporkan negara-negara tetangga lainnya juga bisa melihat fenomena gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari total yang terjadi kali ini merupakan satu-satunya fenomena yag terjadi di tahun 2019. Selama terjadi gerhana, bulan akan membayangi bayangan gelap saat menghalangi matahari.

Area yang bisa melakukan pengamatan gerhana matahari total juga bisa melihat bintang-bintang dan planet-planet yang jarang terlihat saat siang.

Thomas menerangkan fenomena gerhana matahari terjadi sebanyak tiga kali di tahun 2019. Namun hanya ada satu gerhana matahari yang bisa diamati dari Indonesia.

"Gerhana matahari yang teramati di Indonesia 26 Desember 2019. Jalur gerhana matahari cincin melewati Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur," ucapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Lingkungan, Warga Bertuah, Kabar Bertuah, GoNews Group
wwwwww