Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
24 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
21 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
24 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
19 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Senator di Senayan Pertanyakan e-KTP Sumsel yang Tercecer di Bogor

Senator di Senayan Pertanyakan e-KTP Sumsel yang Tercecer di Bogor
Senin, 28 Mei 2018 16:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Penemuan e-KTP dibogor tidak bisa dipandang sebelah mata atau sepele. Apalagi e-KTP tersebut adalah milik warga Sumatera Selatan ( Sumsel).

Pernyataan pemerintah bahwa e-KTP yang rusak dan terjatuh saat sedang dipindahkan dari gudang juga dianggap aneh.

Hal ini diungkapkan Senator asal DKI Jakarta, Dailami Firdaus.

"Penjelasan Dirjen Dukcapil menurut saya kurang tepat," ujarnya, Senin (29/5/2018).

"Walaupun itu adalah e-KTP rusak, namun permasalahannya bukan sesederhana itu, saya tidak mau masuk kepada opini politis, terkait penemuan e-KTP tersebut diwilayah Bogor Jawa Barat, terlepas disana akan berlangsung pilkada, begitu juga disumatera selatan sendiri. Namun titik berat saya adalah, di e-KTP tersebut ada data pribadi dan nomer induk kependudukan yang sangat rawan sekali digunakan untuk kepentingan yang kurang baik atau negatif. Jangan sampai jatuh kepada oknum yang tidak bertanggung jawab," bebernya.

Untuk itu kata dia, permasalahan ini tidak boleh dianggap enteng dan remeh.

"Saya justeru melihat, begitu lemahnya sistem pengamanan yang dilakukan oleh Kemendagri dalam hal ini Disdukcapil, jadi ini bukan keteledoran namun jelas - jelas sebuah kelemahan dan memperlihatkan pemerintah gagal melindungi hak privasi rakyatnya," ujarnya.

Kata dia, Kemendagri harus cepat, tepat serta tegas dan transparan dalam menyelesaikan permasalahan ini, selain karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan e-KTP juga agar tidak menjadi opini liar dimasyarakat.

"Perihal pemusnahan barang bukti e-KTP yang tercecer menurut saya itu harusnya dilakukan ketika sudah mengetahui bahwa e-KTP itu gagal atau rusak," paparnya.

Jadi sambung dia, bukan pada saat terjadi penemuan seperti saat ini dan sudah ramai diperbincangkan.

"Apalagi sampai menghilangkan barang bukti, masyarakat akan lebih bertanya -tanya, kenapa baru sekarang dimusnahkan," pungkasnya.***

wwwwww