Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
23 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
20 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
23 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
18 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Gara-gara Gatot Ajak Tidur Isteri di Kantor, Terkuak Terlalu Banyak Jumlah Honorer di Kemenpora

Gara-gara Gatot Ajak Tidur Isteri di Kantor, Terkuak Terlalu Banyak Jumlah Honorer di Kemenpora
Senin, 28 Mei 2018 04:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Adanya informasi tiga bulan gaji honorer Kemenpora belum dibayar dan tudingan ruangan mewah seperti apartemen di ruangan Sesmenpora Gatot Dewa Broto akhirnya membuka informasi tentang adanya kelebihan jumlah pegawai honorer yang ditampung di kementrian pimpinan Imam Nahrawi.

Dalam penjelasan yang dishare ke Group WA Sepakbola Indonesia, Senin (28/5/2018) dini hari, Gatot Dewa Broto mengaku memang mengambil kebijakan lebih ketat kepada honorer.

"Bahwasanya sekarang saya ambil kebijakan lebih ketat pada honorer, selain rasio jumlahnya berlebihan, juga sesuai catatan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Mei 2017 saat akan pamit dari Kemenpora. Catatannnya, terlalu banyak honorer dan ada beberapa tugas penting yang terlalu dilimpahkan pada mereka yang menyebabkan beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) jadi keenakan. 

"Konsekuensinya, pemeriksaan BPK tahun ini saya larang honorer untuk berkomunikasi dgn Tim BPK," ujarnya.

Dia mengakui bahwa dalam tiga bulan terakhir sangat strik dan tegas dalam urusan BPK. Alasannya, trauma dengan dua kali opini Disclaimer dua tahun berturut-turut.

"Apapun bentuk potensi pelanggaran tata kelola keuangan sekecil apapun, saya langsung ingatkan dengan tegas dan cc ke BPK. Langkah tersebut terpaksa saya ambil karena tidak ingin resiko jelang Asian Games dgn opini negatif," katanya.

Bahkan, Gatot juga sudah berani mengklaim Kemenpora sudah tidak lagi disclaimer soal laporan tata kelola keuangan. "Alhamdulillah, baru dua hari lalu kami dapat info bahwa Kemenpora lolos dari lubang jarum disclaimer. Itu semua krn team work Kemenpora yg bagus," jelasnya. 

Soal gaji honorer, kata Gatot, hampir semuanya sudah rutin digaji. Seandainya ada yang belum, karena ada persoalan administrasi yang jika diloloskan tanpa justifikasi jelas, hanya akan menimbulkan kecemburuan sosial mayoritas honorer.

"Alhamdulillah tahun lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah Kemenpora, saya putuskan untuk memberi gaji ke 13 kepada seluruh honorer. Selain itu ada persetujuan dari pak Menpora juga karena ada anggaran APBN-nya, juga sebagai apresiasi pada kinerja mereka. SIlahkan di cek," tulisnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww