Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
20 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak akan Usung Calon Lain, Gerindra Pastikan Berikan "Perahu" ke La Nyalla

Tak akan Usung Calon Lain, Gerindra Pastikan Berikan Perahu ke La Nyalla
Ilustrasi.
Kamis, 09 November 2017 12:19 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono memastikan bahwa partainya akan mengusung La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai calon Gubernur pada Pilkada Jawa Timur 2018.

"Pasti ke La Nyalla dong," katanya di Jakarta, Rabu (08/11/2017) kemarin.

Menurut Arif, Gerindra tidak akan mengusung Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya, Khofifah bagian dari pemerintah, sedangkan Gerindra memilih menjadi oposisi.

Selain itu, Arief menuturkan bahwa figur La Nyalla dapat mendongkrak elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jawa Timur pada Pilpres 2019 mendatang. “Pasti bisa dong (mendongkrak elektabilitas Prabowo)," paparnya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatuf mengungkapkan, Gerindra tak jadi mengusung Khofifah lantaran parpol pendukung pemerintah ikut mendukung Ketua Umum Muslimat NU itu. Contohnya ialah Nasdem, Golkar, dan sebagainya.

Sementara itu, kemungkinan Gerindra mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga sudah tidak ada. Pasalnya PDI-P dan PKB yang merepresentasikan parpol pendukung pemerintah telah bersatu di sana.

Karena itu, pilihan yang paling realistis adalah mengusung La Nyalla dalam pesta demokrasi tahun depan ini.

“Nah kalau Gerindra usung La Nyalla yang sudah berstempel Gerindra dan Prabowo maka sudah jelas kader-kader Gerindra dan partai pengusung lainnya akan bekerja keras untuk memenangkan La Nyalla dengan mengunakan program-program Pak Prabowo,” terang Arief.

Arief melanjutkan, pertarungan Pilgub Jatim akan seru karena Gerindra telah mengambil sikap mendukung figur yang jelas garisnya berada di luar pemerintahan. Sementara dua lawannya, yakni Khofifah dan Gus Ipul didukung oleh parpol pemerintah.

"Pilgub Jatim mirip pertarungan David (La Nyalla) dan Goliath raksasa jalut (Gus Ipul dan Khofifah)," terang dia.

Lebih lanjut, Arief mengaakan La Nyalla sudah cukup lama menjalin komunikasi dan sosialisasi kepada Prabowo untuk maju sebagai cagub Jatim. Artinya, bila La Nyalla mampu memenangkan pertarungan, maka akan membawa dampak positif terhadap elektabilitas Prabowo.

"Artinya akan berdampak positif pada elektabilitas Prabowo,” tuturnya.

Gerindra memungkinkan mengajak PAN, PKS serta Demokrat untuk bersama-sama memenangkan La Nyalla. Pun demikian, Arief yakin Demokrat tak jadi mengusung Khofifah.

"PAN bisa usung wagubnya (La Nyalla). Demokrat juga sangat mungkin ya (bergabung) apalagi Pakde Karwo udah jelas-jelas kalau PD (Partai Demokrat) usung Khofifah, dia enggak mau kampanye untuk Khofifah," pungkasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww