Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
9 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
13 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
7 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ingatkan Jokowi, Natalius Pigai: Mending Gak Usah Nyalon Presiden Lagi, Ingat 7 Juta Penduduk Nganggur

Ingatkan Jokowi, Natalius Pigai: Mending Gak Usah Nyalon Presiden Lagi, Ingat 7 Juta Penduduk Nganggur
Istimewa.
Selasa, 07 November 2017 17:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Berdasarkan data terakhir menunjukkan masih ada 7,01 juta penduduk Indonesia yang menganggur selama kepemimpinan Presiden Jokowi-JK.

Jika dirinci, tingkat pengangguran terbuka sektor pendidikan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5,36%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,03%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 9,27%. Diploma III (D3) sebesar 6,35% dan universitas 4,98%.  

Untuk itu, Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, menyangkan hal tersebut.

"Sangat disayangkan penganggur SMK, Diploma dan Universitas lebih tinggi bahkan akan makin tinggi. Ini sudah ancaman serius Pak Jokowi. Ini menujukkan negara yang dipimpin oleh seorang tukang yang tidak mampu mengatur pendidikan dan lapangan kerja," kata mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai melalui siaran pers yang diterima GoNews.co, Selasa (7/11/2017) di Jakarta.

Pigai juga mengungkapkan, sejauh pengalamannya saat masih menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) tahun 1999-2005, perkembangan statistik  diatas menunjukkan bahwa program kabinet Joko Widodo tidak pro job.

"Perusahaan-perusahaan ritel dan industri mulai gulung tikar, bahkan terancam bangkrut, juga pengeluaran pemerintah (government expenditure) lebih banyak ke infrastruktur yang justru menyedot lapangan kerja terbatas dan menguntungkan pihak swasta dan asing serta kaum oligarki," tegas Natalius yang juga pernah meenjabat Kepala Bidang Statistik Ketegakerjaan Kemnakertrans tersebut.

Lebih lanjut, Tokoh Nasional asal Papua itu mengatakan penduduk Indonesia tiap tahunnya bertambah 4 juta orang. Jika rasio penciptaan lapangan kerja berdasarkan pertumbuhan ekonomi tiap 1% menyedot 400 pekerja maka pertumbuhan ekonomi saat ini baru mencapai 5%.

"Berarti hanya 2 juta orang terserap, sementara pertumbuhan penduduk 4 juta tiap tahun. Kita terlena sementara bahaya mengancam. Kalau tidak mampu, demi NKRI, lebih terhormat jika Pak Jokowi tidak berambisi menjadi Presiden tahun 2019," pungkasnya.***

wwwwww