Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
22 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Temui Wakil Ketua DPR, Dubes Bangladesh Curhat Pengungsi Rohingya

Temui Wakil Ketua DPR, Dubes Bangladesh Curhat Pengungsi Rohingya
Dubes Banglades dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, usai menggelar konfrensi pers. (Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 01 November 2017 23:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Mayor Jenderal Azmal Kabir menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon guna membahas isu kekerasan etnis Rohingya yang terjadi di Rakhine, Myanmar dan persoalan pengungsi di perbatasan.

"Duta besar Bangladesh menyampaikan kondisi terkini (para pengungsi Rohingya) semakin hari semakin memburuk, dengan 1 juta orang pengungsi dan juga kriminalitas juga sudah meningkat," kata Fadli saat konferensi pers di Press Room DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Fadli Zon juga menjelaskan, dalam situasi yang genting tersebut, pemerintah Myanmar harus segera menerima kembali warga mereka. Selain itu, Ia menuturkan Indonesia perlu melakukan upaya diplomatik untuk memaksa para pengungsi yang saat ini berada di wilayah Bangladesh untuk kembali.

"Pemerintah Myanmar harus menerima kembali warga mereka sendiri yang terusir atau keluar karena merasa terintimidasi. Indonesia harus melakukan upaya diplomatik bisa lebih keras untuk memaksa 1,1 juta pengungsi agar kembali," ujarnya.

Fadli mengatakan peran Indonesia sebagai negara pendiri ASEAN sangat dibutuhkan. Bangladesh berharap Indonesia dapat menekan Myanmar untuk menerima kembali rakyatnya.

"Di sinilah dibutuhkan peran Indonesia. Indonesia ini kan negara pendiri ASEAN, negara terbesar muslim di dunia, bahkan negara demokrasi dan dalam hal ini Indonesia harus dapat menekan Myanmar (agar menerima kembali para rakyatnya)," ujar Fadli. ***

wwwwww