Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
16 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
23 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
19 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Bantuan Anggaran Pemerintah, PB ISSI Mengacu Perpres

Soal Bantuan Anggaran Pemerintah, PB ISSI Mengacu Perpres
Raja Okto Sapta. (GoNews.co/Azhari)
Rabu, 01 November 2017 22:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Soal mekanisme bantuan anggaran dari pemerintah untuk pembinaan prestasi atlit setelah Program Indonesia Emas (Prima) dibubarkan, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) masih menunggu sosialisasi resmi dari Kemenpora. Prinsipnya, PB ISSI akan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2017.

"Soal bantuan dana dari pemerintah, kami masih menunggu sosialisasi resmi dari Kemenpora. Prinsipnya, kami mengacu pada Perpres Nomor 95 Tahun 2017 dimana bantuan dana pemerintah diberikan langsung kepada induk-induk organisasi (PB/PP)," kata Ketua Umum PB ISSI, Raja Sapta Oktohari kepada GoNews.co di Jakarta. Rabu (1/11/2017).

Sebenarnya, kata Raja Sapta Oktohari yang akrab dipanggil Okto, PB/PP menerima bantuan dana pembinaan atlit langsung dari pemerintah cukup berat.

Hal itu terkait dengan pembubaran Satlak Prima dan adanya kewajiban memberikan laporan pertanggung jawaban penggunaan dana. Hanya saja, PB ISSI sudah lebih beruntung karena sejak awal telah lebih dulu membentuk Badan Tim Nasional (BTN).

"Tadinya, BTN hanya bertugas mengurus program pembinaan prestasi atlit balap sepeda. Dengan adanya Perpres itu, kita akan menambah personil BTN yang khusus menyiapkan laporan penggunaan dana bantuan pemerintah. Jadi, semuanya bisa sejalan," jelasnya.

Mengingat tidak adanya kepastian jadwal pasokan anggaran dana dari pemerintah, kata Okto, BTN akan dimaksimalkan perannya untuk menggaet dana dari sponsor maupun donatur.

Dengan demikian, program pembinaan atlit yang sudah direncanakan bisa berjalan dan tidak tersendat atau terhenti. "Di sinilah tugas BTN dalam menjaga program pembinaan atlit tidak terhenti. BTN harus bisa mencari dana untuk menutupi dana pemerintah yang belum turun," tandasnya.

Ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan PB ISSI merekrut personil Satlak Prima? "Yang pasti, kita akan menjalankan program Satlak Prima. Tetapi, kita juga tidak tertutup kemungkinan merekrut personil sesuai kebutuhan dan dianggap memenuhi kriteria," jawabnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Gelanggang
wwwwww