Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
23 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
9 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
9 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jadi Pembicara di Markas PBB, Kapolri: Terrorism is not Islam and Islam is not Terrorism

Jadi Pembicara di Markas PBB, Kapolri: Terrorism is not Islam and Islam is not Terrorism
Dok. SPRI PIM.
Rabu, 01 November 2017 05:56 WIB
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi H Muhammad Tito Karnavian, Ph.D menjadi salah satu pembicara dalam Panel Discussion yang diselenggarakan di Markas PBB New York, Senin 30 Oktober 2017.

Dalam diskusi yang dihadiri 52 perwakilan negara tersebut, Kapolri berbicara mengenai Strategy and Counter Strategy on global terrorist networks, dan pandangannya tentang terorisme global yang telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia Internasional saat ini.

Kapolri membagi fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar. Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia.

Kapolri menjelaskan pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme ini, tidak hanya mengandalkan Hard Approach.

Hadirin sangat antusias dengan konsep soft approach ini, terlebih ketika Kapolri menyampaikan adanya penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia, mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.

Dalam pendekatan lunak ini, Tito Karnavian menjelaskan sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontra radikalisasi, deradikalisasi, kontra ideologi, menetralisir saluran dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.

Pada akhir diskusi, Kapolri menyampaikan pesan penting kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia khususnya di negara negara Islam.

PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik tersebut.

Selain mengikuti Panel Discussion , Kapolri juga menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Dept. field support Mr Atul Khare untuk membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia serta bertemu dengan USG UNOCT mr. Vladimir Voronkov guna sharing informasi tentang penanganan terorisme global.

Pada kesempatan itu Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yg diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yg diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York.

Diketahui dalam Panel Discussion tersebut, tampil sebagai moderator adalah permanent representative of Indonesia for the United Nations HE. Dian Triansyah Djani, Sebagai Keynote Remarks Chief of Policy and Coordinating Unit UNOCT Mr. Rafiuddin Shah (Pakistan), panelis pertama permanent representative of Singapore for United Nations HE Burhan Gafoor dan panelis kedua Kapolri Jenderal Tito.(rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww