Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
19 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
18 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
9 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Zulkifli Hasan: Wanita Aceh Merupakan Perempuan Pejuang Berjiiwa Nasionalis

Zulkifli Hasan: Wanita Aceh Merupakan Perempuan Pejuang Berjiiwa Nasionalis
Istimewa.
Senin, 30 Oktober 2017 17:15 WIB
ACEH - Perempuan Aceh harus menjadi role model bagi wanita Indonesia. Karena wanita-wanita Aceh menuruni tekad dan keberanian pejuang perempuan dari Aceh, dalam melawan penjajah. Mereka memiliki rasa nasionalisme, dan cinta tanah air yang patut dibanggakan.

Para pejuang perempuan dari Aceh, seperti Cut Nyak Dien, Cut Mutia dan Laksamana Malahayati, mereka itu berani mati, untuk mempertahankan diri dari penjajahan.

Keberanian dan siap berkorban demi bangsa dan negara, seperti yang ditunjukkan pejuang-pejuang perempuan Aceh, itu harus dicontoh dan diteruskan oleh seluruh perempuan, demi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia ke depan.

Pernyataan itu dikemukakan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan sosialisasi Empat pilar dihadapan Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) provinsi Aceh. Acara tersebut berlangsung di Pendopo gubernur Aceh, Senin (30/10).

Dizaman sekarang, kata Zulkifli jiwa pemberani seperti pejuang perempuan Aceh bisa diwujudkan dalam bentuk yang lain, tidak melulu melakukan perang. Yaitu menjadi pelopor persatuan.

"Pancasila itu perilaku, bukan alat untuk mengotak-kotakkan kelompok dan golongan. Karena itu KPPI Aceh harus bisa menjadi pelopor bagi persatuan. Jangan sampai kita terpecah, dan diadu domba seperti zaman penjajah", kata Zulkifli Hasan menambahkan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww