Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
24 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
14 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
15 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
15 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
12 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Terpaksa Banting Harga

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Terpaksa Banting Harga
Minggu, 29 Oktober 2017 10:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menuturkan persaingan bisnis yang sengit dengan industri ritel e-commerce membuat pebisnis ritel yang masih mengandalkan penjualan melalui toko fisik (offline) terpaksa memangkas harga jual produk mereka. Cara tersebut dilakukan agar mereka dapat tetap bertahan di bisnis ini.

Menurut Tutum, banyak toko offline memotong harga mencapai 80 persen pada beberapa department store. ''Itu strategi, marketing, biar nggak mati toko. Tapi kalau nggak bisa juga ya mereka tutup,'' ujarnya di Jakarta pada Sabtu (28/10).

Pedagang, kata Tutum, harus mempunyai celah agar bisnis yang dijalaninya terus bertahan. Salah satunya dengan mengikuti online.

Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat melek digitalisasi, sehingga pemerintah mengikuti alur digitalisasi juga. Karyawan pun menurut Tutum hendaknya memiliki jiwa kewirausahaan di dalam diri untuk mendongkrak kehidupannya. ''Instagram secara masif digunakan untuk jualan, masyarakat manfaatkan itu," kata Tutum. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Pasar & Niaga
wwwwww