Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
23 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
2
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
8 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
3
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
12 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
8 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
6 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hidayat Nur Wahid Dorong KAMMI Gelorakan Kembali Sumpah Pemuda

Hidayat Nur Wahid Dorong KAMMI Gelorakan Kembali Sumpah Pemuda
Istimewa.
Jum'at, 27 Oktober 2017 14:03 WIB
JAKARTA - Saat menerima delegasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Wakil Ketua MPR Hidayat Hur Wahid (HNW) mendorong KAMMI agar menjadi garda terdepan dalam menggelorakan kembali Sumpah Pemuda.

"Kalau tak digelorakan kembali akan banyak generasi muda  yang lupa," ujar  HNW, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Menurut HNW, peristiwa Sumpah Pemuda yang dilakukan pada 28 Oktober 1928 merupakan sebuat komitmen tentang Keindonesiaan, satu nusa, bangsa, dan bahasa.

"Kita bersyukur memiliki satu bahasa Indonesia," ujarnya.

Dirinya membandingkan dengan negara lain yang tidak memiliki bahasa persatuan.

Lebih lanjut dipaparkan, dalam Kongres II Pemuda itu diikuti oleh berbagai organisasi kedaerahan dan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut HNW menyebut Jong Islamieten Bond (JIB). Kehadiran JIB menurut HNW sebagai koreksi atas kesalahpahaman yang membelah antara nasionalisme dan Islam.

Hubungan antara Islam dan nasionalisme itu menurut HNW juga tercermin dalam KAMMI. "Kalian juga memakai nama Muslim dan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai generasi muda, diharapkan para mahasiswa menggunakan keunggulan yang dimiliki, yakni kemampuan intelektualisme dan berorganisasi. “Intelektualisme itu sangat penting,” ujarnya.

Ia mencontohkan para pelaku Kongres II Pemuda saat itu adalah orang-orang yang hebat dalam ilmu dan pendidikan. "Mereka bisa menjadi inspirasi," paparnya.

Untuk itu HNW mendorong agar generasi muda menekuni bidang masing-masing baik dalam bidang agama maupun bidang umum lainnya.

Dikatakan kepada para anggota KAMMI, sekarang bukan zamannya lagi menghadirkan mahasiswa untuk membuat pernyataan bersama dan diseragamkan apalagi keinginan itu bukan aspirasi mahasiswa. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww