Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
7 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
6 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
8 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengesahan Densus Anti Korupsi, DPR: Tergantung dari Keseriusan Rezim Jokowi Perangi Korupsi

Pengesahan Densus Anti Korupsi, DPR: Tergantung dari Keseriusan Rezim Jokowi Perangi Korupsi
Istimewa.
Selasa, 17 Oktober 2017 22:07 WIB
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) butuh kucuran dana sebesar Rp 2,6 triliun untuk pengembangan unit di kepolisian Densus Tipikor Polri.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa menilai keinginan Polri tersebut tergantung dengan niatan pemerintah atas pemberantasan korupsi.

"Tergantung political will pemerintahnya saja. Kalau serius memberantas korupsi, saya pikir enggak ada alasan bagi pemerintah untuk enggak setuju," kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017).

Parlemen mengklaim, pembentukan Densus Tipikor merupakan wujud semangat perang terhadap perilaku koruptif di Indonesia.

Jika pemerintah menolak cairkan anggaran Densus Tipikor, lanjutnya, akan menjadi catatan penting bagi komitmen pemberantasan korupsi pemerintahan di era Joko Widodo.

"Ini jelas akan jadi catatan penting dalam 5 tahun kekuasaan Jokowi," lanjutnya.

Untuk saat ini, ia mengaku telah mendengar komitmen Kementerian Hukum dan HAM dalam keseriusan pembentukan Densus Tipikor.

Komitmen tersebut disampaikan ketika pimpinan Kemenkumham hadir dalam rapat gabungan Komisi III, Senin (16/10/2017) kemarin.

"Saat kesimpulan rapat, banyak kesimpulan dengan Kemenkumham untuk serius menangani ini," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:crikom
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww