Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
20 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
18 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
20 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Pembentukan Densus Anti Korupsi, Laode: KPK tidak Ada Konflik dengan Polri

Soal Pembentukan Densus Anti Korupsi, Laode: KPK tidak Ada Konflik dengan Polri
Istimewa.
Senin, 16 Oktober 2017 22:22 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan, tidak ada konflik terbuka antara KPK dengan Polri sehingga muncul ide pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

“Saya pikir tidak ada konflik terbuka Polri dengan KPK,” tegas Syarif usai rapat gabungan Kapolri, Menkumham, Kejaksaan,KPK dengan Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/10/2017).

Syarief tidak ingin menilai kehadiran Densus Tipikor akan melemahkan kinerja KPK. "Untuk sementara kami tidak berpikiran begitu," tegasnya.

Menurut dia, Densus Tipikor Polri merupakan kebijakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk memperbesar dan memperkuat unit di Polri dalam penyelidikan serta penyidikan kasus-kasus korupsi. Sementara, kata dia, komisi antirasuah tetap menjalankan amanat UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

Sementara itu, Tito mengklaim kehadiran Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi tidak akan membubarkan KPK.

“Pertama sudah kami sampaikan ini bukan bertujuan membubarkan KPK. Tidak juga mengurangi kewenangan kejaksaan,” katanya.

Jenderal bintang empat itu menyatakan, Densus Tipikor dan KPK serta Kejagung nanti berbagi tugas.

“Lihat saja dalam 15 tahun sudah berapa ribu orang di tangkap, tapi (persoalan korupsi) juga belum selesai,” ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Teropongsenayan.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww