Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
22 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ekonomi sedang Kacau Balau, DPR Desak PLN Tunda Proyek 35 Ribu Megawatt

Ekonomi sedang Kacau Balau, DPR Desak PLN Tunda Proyek 35 Ribu Megawatt
Ilustrasi. (net)
Kamis, 12 Oktober 2017 13:23 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kondisi ekonomi yang sedang carut-marut dan tidak setabil sekarang ini, dirasa tidak cocok jika PLN memaksa meneruskan proyek 35 Ribu Megawatt. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azzam Asman Natawijana, Kamis (12/10/2017) di Kompleks Parlemen Senayan.

Dengan demikian, ia pun menyarankan agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) menunda rencana proyek 35 ribu Megawatt.

Sebab, kata dia, kondisi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang turun, sehingga mengakibatkan kebutuhan listrik masyarakat menjadi tidak meningkat.

"Dulu waktu menentukan 35 ribu MW ekonomi berpesat 36% 7,7 sampai 8%. Namun pertumbuhan ekonomi saat ini 5% sehingga kebutuhan listrik tidak juga meningkat khususnya Jawa," ujar Azzam.

Tidak hanya itu, kata Azzam, biaya hutang PLN yang cukup besar juga menjadi alasan ide proyek ambisius Presiden Jokowi tersebut harus ditunda.

"Kemudian pinjaman PLN sangat luar biasa dan surat nya ibu Sri Mulyani, pinjaman PLN ini berpotensi sudah 3 kali. Kan dijamin oleh pemerintah, sudah 3 kali penundaan oleh ibu Sri mulyani," kata Politikus Partai Demokrat ini.

"Jadi kalo jokowi bilang ekonomi tumbuh itu tidak betul, buktinya 35 Ribu MW di suspeend dan kita minta pada Dirut PLN hutang-hutang ini kapan selesai. Kan hutang nya ini banyak dan jangka panjang berjumlah 229 Triliun. Itu jangka panjang. Belum jangka pendek nya kapan selesai," pungkas dia. ***

wwwwww