Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
24 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
2
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
9 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
3
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
12 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
9 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
9 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
6 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Subhanallah... Antar Anaknya ke KUA untuk Bersyahadat, Ayah dan Ibunya yang Non Muslim Mengaku Ikhlas

Subhanallah... Antar Anaknya ke KUA untuk Bersyahadat, Ayah dan Ibunya yang Non Muslim Mengaku Ikhlas
Istimewa.
Jum'at, 06 Oktober 2017 22:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
KETAPANG- Yogi Setiady. Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu terlahir dari pasangan orangtua yang non muslim di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Belum lama ini, bocah yang duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun itu diantar oleh ibu kandungnya ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan. Tujuannya, untuk menuruti kemauan Yogi memeluk Islam.

"Ayah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam, karena setiap saat terus ‘memaksa’ ayah dan mamanya agar ia bisa masuk Islam,” tulis Uti Suhendra Dwipayana di laman Facebook-nya.

Dalam posting-an yang diunggah warga Ketapang, pada Kamis (5/10/2017) sore itu menyebutkan, Yogi memang rajin ke Surau untuk menunaikan salat lima waktu. Dia juga belajar mengaji dan salat.

"Ketika saya tes ngajinya, dia sudah hafal surat Al Fatihah, Al Ikhlas, do’a ibu bapak, do’a makan, dan lain-lain," tulis Uti.

Uti pun menyempatkan untuk bertanya mengenai cita-cita Yogi. Dengan tegas dia jawab ingin menjadi seorang Ustadz. Pembacaan dua kalimat syahadat, lanjut Uti, memang sudah lancar. Bahkan artinya sudah Yogi hafal dan disaksikan guru di sekolahnya.

"Semoga Allah Subhanahuwataala meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak ini," doa Uti.

Kisah nyata yang ditulis oleh Uti Suhendra Dwipayana ini ramai diviralkan warganet. Hingga Kamis pukul 23.35, postingan itu dibagikan hingga 759 warganet dan dikomentari sebanyak 1.197 komentar.

Berikut postingan aslinya:

Ketapang… Anak ini bernama Yogi Setiady, usianya baru 8 tahun, duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun. Diantar sendiri oleh ibu kandungnya yang masih beragama non muslim ke KUA Delta Pawan dengan maksud untuk memeluk agama Islam anaknya. Ayah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam, karena setiap saat terus “memaksa” ayah dan mamanya agar ia bisa masuk Islam. Dia rajin ke Surau setiap shalat lima waktu, belajar ngaji dan sholat.

Ketika saya tes ngajinya, dia sudah hafal surat Al Fatihah, Al Ikhlas, do’a ibu bapak, do’a makan, dll. Diitanya cita-citanya, dengan tegas dia jawab ingin menjadi Ust. Pembacaan dua kalimat syahadat yang memang sudah lancar bahkan artinya sudah hapal ini disaksikan guru sekolahnya. Semoga Allah Subhanahuwataala meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak.

Kepala KUA Delta Pawan, M Syafi’ie membenarkan bahwa Yogi Setiady telah memeluk agama Islam. Bahkan orangtua kandung dan guru sekolahnya telah menjadi saksi.

"Iya betul, sore tadi di KUA Delta Pawan. Saya sendiri pembimbing pembacaan dua kalimat syahadat di hadapan dua orang saksi, ibu kandungnya juga menyaksikan dan hadir juga guru sekolahnya,” ujar Syafi’ie.

Saat pembacaan dua kalimah syahadat, Kala itu dia disaksikan ibu kandungnya beserta guru sekolahnya. Kata Syafi’ie, Yogi begitu lancar mengucapkannya. Bahkan dia hafal artinya. ***

Sumber:harokah.com
Kategori:Warga Bertuah, Kabar Bertuah, GoNews Group
wwwwww