Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
13 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
5 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi III DPR Kecam Ucapan Kapolres Waykanan

Komisi III DPR Kecam Ucapan Kapolres Waykanan
Istimewa.
Selasa, 29 Agustus 2017 16:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI M Nasir Djamil mengingatkan kepada semua pimpinan polri yang menjabat sebagai Kapolres agar tetap mengedepankan profesionalisme jika memberikan pernyataan di depan publik.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR, Muhammad Nasir Djamil terkait dengan ujaran Kapolres Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan kepada wartawan beberapa hari lalu.

“Seharusnnya Kapolres harus memahami makna Polisi Profesional, modern dan juga terpercaya, setiap sikap polisi harus menampilkan rasa nyaman bagi warga masyarakat, jangan Arogan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, Kapolres seyogianya harus tahu dan melaksanakan tugas pokok Kapolres, tapi dalam kasus ini, sangat nampak Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan tidak melaksanakan tugasnya.

Lebih jauh, nasir Djamil memaparkan bahwa Kapolres adalah Pimpinan Polres yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kapolda. Salah satu tugasnya yaitu Membina disiplin, tata tertib dan kesadaran hukum dilingkungan Polres.

“Kalau aksi Kapolres seperti ini tidak dihentikan, bagaimana masyarakat nyaman, wartawan itu juga kan masyarakatnya. Bagaimana juga dicontoh bawahannya. Kapolres tentu tidak lantas mengeneralisir bahwa semua hasil kerja wartawan ibarat kotoran. Ini sangat menyinggung profesi wartawan. Padahal pers itu merupakan  pilar demokrasi dan media mengontrol kekuasaan,” tegasnya.

Mantan wartawan ini pun meminta Kapolres segera meminta maaf dan meralat komentarnya. "Sering sering lah duduk dengan juru warta agar ada kesepahaman dan saling membantu dalam tugas. Polisi butuh wartawan dan sebaliknya wartawan juga butuh polisi sebagai salah satu narasumber" pungkasnya. ***

wwwwww