Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
16 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
14 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Setelah Putuskan Hubungan dengan Qatar, Arab Saudi Bangun Kerja Sama Ekonomi dengan Israel

Setelah Putuskan Hubungan dengan Qatar, Arab Saudi Bangun Kerja Sama Ekonomi dengan Israel
Raja Salman jenguk korban insiden crane jatuh. (merdeka.com)
Senin, 19 Juni 2017 08:32 WIB
RIYADH - Tidak lama setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, pemerintah Arab Saudi dikabarkan tengah membangun kerja sama ekonomi dengan Israel.

Laporan dari the Times itu menyatakan, kedua negara yang merupakan musuh Iran tersebut akan memulai kerja sama dari skala kecil.

Saudi juga mengizinkan perusahaan Israel beroperasi di Teluk dan maskapai Negeri Bintang Daud El Al menyambangi wilayah udara Arab Saudi.

Laman Haaretz melaporkan, Sabtu (17/6), kabar itu juga semakin menguatkan dugaan bahwa hubungan kerja sama dengan Israel ini turut berperan dalam keputusan Saudi dan Liga Arab yang memutus hubungan dengan Qatar dan meminta negara itu menyetop sokongan kepada Hamas.

Namun menurut laporan, Palestina menentang kerja sama ini lantaran khawatir pemulihan hubungan Arab dan Israel akan mengabaikan pendirian negara Palestina.

Pada Mei lalu The Wall Street Journal melaporkan Saudi telah merampungkan proposal untuk mengajukan pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel jika pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersedia memberi sinyal positif terhadap perdamaian dengan Palestina, seperti menghentikan pembangunan pemukiman di Tepi Barat dan melonggarkan aturan perdagangan di Jalur Gaza.

Sebelumnya Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Saudi menuduh Qatar telah mencampuri urusan dalam negerinya dan mendukung terorisme.

Langkah Arab Saudi tersebut kemudian diikuti sejumlah negara Arab lainnya dengan alasannya yang sama.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah
wwwwww