Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Terima Kunjungan Dubes Kuba, Ketua DPD RI Bicara Penguatan dan Perluasan Kerjasama Bilateral Indonesia

Terima Kunjungan Dubes Kuba, Ketua DPD RI Bicara Penguatan dan Perluasan Kerjasama Bilateral Indonesia
Humas DPD RI.
Kamis, 15 Juni 2017 18:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPD RI Oesman Sapta mendorong penguatan dan perluasan kerjasama bilateral Indonesia - Kuba di berbagai bidang. Pernyataan ini disampaikan Ketua DPD RI saat menerima audiensi (kunjungan kehormatan) Duta Besar (Dubes) Kuba untuk Indonesia Nirsia Castro Guevara di ruangan kerjanya, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2017).

Oesman didampingi Haripinto Tanuwidjaja, Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI  dan Sudarsono Hardjosoekarto, Sekjen DPD RI.

Oesman mendukung peningkatan hubungan ekonomi, terutama perdagangan, karena dampak embargo Amerika Serikat. Apalagi, sejak tanggal 22 Januari 1960 Indonesia dan Kuba  membuka hubungan bilateral.

Pembukaan hubungan dimulai saat Presiden Sukarno melakukan lawatan bersejarah ke Havana. Lawatan tersebut membuka pintu gerbang hubungan kedua negara. "Kerjasama erat antarkedua negara telah terjalin lama," papar Oesman Sapta.

Khusus di bidang olahraga, Oesman meminta Kuba bisa terus membantu Indonesia dalam mengembangkan metode pelatihan kepada atlet-atlet tinju dan voli. "Bantuan pelatihan diperlukan karena Kuba dikenal melahirkan banyak atlet berkualitas di cabang olahraga tersebut," ujarnya.

Selain itu, Oesman menyinggung pencalonan Indonesia sebagai anggota lembaga-lembaga dunia di bawah PBB dan forum-forum internasional seperti anggota Organisasi Maritim Internasional di London, dan anggota Mahkamah Maritim Internasional di Den Haag. 

Dalam kesempatan itu, Nirsia menyingung, selama 57 tahun hubungan bilateral Indonesia - Kuba, banyak peluang memperkuat dan memperluas hubungan diplomatik kedua negara.

Kedua negara telah banyak melakukan upaya dalam membangun dan menjaga hubungan tersebut. "Saya berharap kita melakukan lebih banyak upaya," ujarnya.

Pemerintah Kuba membuka tangan lebar untuk investasi asing, terutama Indonesia. "Karena hubungan ekonomi kita masih sangat lemah," tukasnya.

Dia optimistis terhadap potensi kerja sama itu. Mrs. Nirsia dalam kesempatan ini juga meminta kepada pemerintah Indonesia meningkatkan hubungan ekonomi. Saat ini di negara Kuba sedang membuka investasi asing. Indonesia diharapkan dapat membuka investasi di bidang industri kertas di Kuba.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Duta Besar Kuba Untuk Indonesia, Mrs. Nirsia castro Guevara manyatakan rasa terimakasih atas dukungan Indonesia selama ini terhadap Kuba. Dan Kuba akan senantiasa akan memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia di forum-forum Internsional.

Kepada Oesman, dia menjelaskan perkembangan hubungan diplomatik Indonesia- Kuba, yang diawali dengan kunjungan Che Guevara, seorang pejuang revolusi Kuba, ke Jakarta tahun 1959.

Sejak tahun 1960, hubungan Indonesia - Kuba semakin terjalin saat Presiden Sukarno ke Havana guna memenuhi undangan Perdana Menteri Fidel Castro. Jejak bersejarahnya ialah Sukarno menyematkan medali kehormatan kepada Fidel. Sukarno juga memberikan keris kepada pemimpin negara penghasil cerutu itu. ***

wwwwww