Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
12 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
11 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Warga Binaannya Kabur, DPR: Kepala Rutan Sialang Bungkuk Wajib Bertanggungjawab

Warga Binaannya Kabur, DPR: Kepala Rutan Sialang Bungkuk Wajib Bertanggungjawab
Istimewa.
Sabtu, 06 Mei 2017 13:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ratusan tahanan kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, Jumat siang. Kepala Rutan (Karutan) dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) setempat didesak bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPR, Muslim Ayub saat dihubungi pada Sabtu (6/5/2017) siang di Jakarta.

"Saya yakin penyebab utamanya adalah ketidakhati-hatian petugas. Karutan harus bertanggung jawab. Jangan cuma alasan sipirnya sedikit, lapas lain juga yang sedikit (sipirnya) enggak ada masalah," katanya.

Menurut Muslim, ini musibah terbesar sepanjang sejarah Rutan. Sebelumnya juga terjadi kasus yang sama di Malang dan Bengkulu. Tapi menurutnya ini yang terbesar dalam hal jumlah tahanan yang kabur.

"Kami dari Komisi III berharap, termasuk yang sipir yang jaga itu harus diberi tindakan. Kalau sipir diberikan tindakan administrasi, teguran dan sebagainya. Untuk Karutannya tentu bukan hanya teguran saja, tindakan tegas juga perlu. Ini Kemenkumham harus benar-benar memberikan sanksi," paparnya.

Insiden yang terjadi di Pekanbaru ini kata Muslim, diyakini karena ketidakpuasan para tahanan terhadap pelayanan di Rutan. Terutama kepuasan dalam hal kebutuhan dasar para tahanan untuk tetap bertahan hidup.

Ketidakpuasan memuncak pada peristiwa ini, para tahanan kabur berbondong-bondong. Muslim juga mendesak agar Kanwil setempat turut bertanggung jawab.

"Bukan Karutan saja. Kanwil kenapa tidak mengawasi secara baik, dia kan menerima laporan. Seminggu sekali, sebulan sekali bagaimana keadaan di rutan tersebut. Berarti Kanwil itu tidak peduli," ujar dia.

Muslim tidak berharap bentuk pertanggungjawaban Karutan dan Kanwil adalan pencopotan. Akan tetapi, Muslim meminta Karutan dan Kanwil itu dievaluasi. "Gak perlu dicopot. Tapi dua-duanya dievaluasi. Kalau dicopot kesannya kasar dan arogan," pungkasnya. ***

wwwwww