Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
22 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
19 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
19 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
21 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
17 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Massa yang Dipimpin Biksu Budha Berhasil Paksa Pemerintah Tutup 2 Madrasah di Myanmar

Massa yang Dipimpin Biksu Budha Berhasil Paksa Pemerintah Tutup 2 Madrasah di Myanmar
Anak laki-laki Muslim Rohingya berdiri di Desa U Shey Kya luar Maungdaw di negara bagian Rakhine, Myanmar, 27 Oktober 2016. (republika.co.id)
Minggu, 30 April 2017 10:37 WIB
YANGON - Dua sekolah agama Islam (madrasah) di Yangon, Myanmar, ditutup paksa usai ancaman dari gerilyawan anti-Muslim.

Dikutip dari republika.co.id, sumber dari kepolisian setempat mengatakan, lebih dari 100 orang yang dipimpin biksu ultra-nasionalis Buddha berkumpul Jumat (28/4) malam di Yangon Tharkayta Township. Mereka memaksa pihak berwenang segera menutup dua madrasah Muslim di sana.

''Dua sekolah ditutup sementara waktu,'' kata seorang perwira senior di Kepolisian Yangon yang meminta tidak disebutkan namanya, dengan alasan keamanan, kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon, Ahad (30/4).

Ia menuturkan, keputusan itu dibuat usai perundingan antara pemerintah daerah dan pemimpin Muslim setempat.

Mereka melakukan penutupan tanpa ada keputusan pengadilan karena ingin mencegah konflik supaya tidak berlanjut.

Kepala salah satu madrasah yang ditutup, Tin Shwe menuturkan, kalau daerah itu sendiri merupakan rumah bagi satu masjid dan tiga madrasah.

Semuanya telah beroperasi dengan izin resmi selama beberapa dekade terakhir. ''Saya mengerti (keputusan oleh) otoritas mengenai situasi tadi malam,'' ujar Tin Shwe.

Massa diyakini telah siap untuk menghancurkan atau membakar sekolah, kecuali pihak berwenang mengabulkan tuntutannya. Sebelumnya, gerakan anti-Muslim sendiri telah terjadi usai kekerasan komunal mengemuka di Rakhine pada 2012 lalu.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww