Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
11 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
11 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
13 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Pakai Ijazah Palsu, 9.900 PNS Segera Dipecat

Pakai Ijazah Palsu, 9.900 PNS Segera Dipecat
Ilustrasi. (republika.co.id)
Sabtu, 29 April 2017 09:00 WIB
DAR ES SALAAM - Lebih 9.900 pegawai negeri sipil (PNS) di Tanzania segera dipecat karena mengggunakan ijazah palsu saat mendaftar sebagai PNS. Perintah pemecatan itu sudah ditegaskan Presiden Tanzania John Magufuli.

Magufuli yang terpilih sebagai presiden pada 2015 telah memecat sejumlah pejabat tinggi, termasuk kepala badan pemerintah urusan antikorupsi, kepala departemen perpajakan, seorang pejabat tinggi perusahaan kereta api serta kepala otoritas pelabuhan sebagai bagian dari gerakan antikorupsi di negaranya.

Kalangan pebisnis telah sekian lama mengeluhkan bahwa korupsi dan pemerintahan yang tidak berdaya guna sebagai hambatan utama investasi di Tanzania. Operasi penindakan terhadap para pegawai berijazah palsu itu dilancarkan setelah pembersihan serupa diluncurkan pada Maret tahun lalu.

Pada Maret 2016, ditemukan lebih dari 19.700 pegawai terselubung dalam daftar gaji sektor kepegawaian negara Afrika Timur itu.

''Kita telah bekerja keras untuk membuka lapangan kerja baru sementara ada orang-orang di pemerintahan yang memiliki ijazah palsu,'' kata Magufuli setelah menerima laporan penipuan dokumen akademis di kalangan pegawai negeri.

Pemerintah juga mengalami kerugian sebesar 238 miliar shilling (sekitar Rp 1,4 triliun) setiap tahun dari 'pegawai terselubung', yang sudah dikeluarkan dari daftar gaji negara.

Tanzania setiap bulan mengeluarkan dana lebih dari 260 juta dolar AS untuk membayar gaji para pegawai negeri. Pemerintah meyakini bahwa gaji pegawai negeri membengkak. Tanzania memiliki 550 ribu pegawai negeri pada tingkat nasional dan daerah.

Magufuli memerintahkan para pejabat untuk menyebutkan nama dan mempermalukan para pelaku pelanggaran dengan mengeluarkan daftar seluruh anggota pegawai negeri yang memiliki catatan akademis palsu.

''Orang-orang (pelaku pelanggaran, red) ini menduduki posisi di pemerintahan tapi tidak mempunyai kualifikasi. Mereka merampok kita seperti yang dilakukan para penjahat pada umumnya,'' kata dia.

Magufuli mengatakan hasil pemeriksaan juga menemukan bahwa catatan akademis milik 1.500 pegawai negeri digunakan oleh beberapa orang. Selain itu, lebih dari 11.500 pegawai pemerintah tidak memiliki catatan akademis yang lengkap.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Balai Kota
wwwwww