Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
23 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
4
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
21 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
5
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
36 menit yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Internasional

Dalam Sehari, Gadis Ini Nikahi 2 Pria, Begini Ceritanya

Dalam Sehari, Gadis Ini Nikahi 2 Pria, Begini Ceritanya
(tempo.co)
Sabtu, 29 April 2017 21:02 WIB
NEW DELHI - Rubana Parveen (18 tahun), seorang gadis di India, menikah dengan dua pria pada hari yang sama.

Awalnya Parveen menikah dengan Muntaj Ansari (26 tahun). Namun tiga jam setelah menikah, Parveen menceraikan Ansari. Pria itu diceraikan karena dianggap rakus dan serakah oleh istrinya.

Muntaj Ansari dicap serakah oleh istrinya. Sebagai hukuman, penduduk setempat kemudian mencukur kepalanya dan memaksanya untuk memakai kalung sampah di lehernya. Penduduk desa menyebut hukuman itu sebagai pelajaran atas keserakahannya.

Parveen menikah dan bercerai dengan Ansari pada Rabu pagi, 26 April 2017, kemudian ia menikah dengan Mohammed Elias, 25 tahun, sore harinya di Desa Chandwa, di India timur.

Menurut Parveen, Ansari yang berprofesi sebagai sopir becak motor terlalu menuntut lebih. Ia tidak puas dengan mas kawin motor yang diberikan keluarga Parveen.

Ansari menganggap motor pemberian itu tidak terlalu bagus karena harganya tidak mahal dan modelnya tidak bagus. Mendengar itu Parveen lantas menceraikannya dan mengeluhkan suaminya kepada warga.

''Semua orang terus menyuruh pengantin pria untuk tenang dan mencoba meyakinkannya untuk menerima apa yang diberikan kepadanya. Tapi dia terus mengancam untuk pulang tanpa mempelai wanita,'' kata seorang saksi, seperti yang dilansir Daily Mail pada 28 April 2017.

Beberapa jam kemudian, Parveen menikahi pria lain. Mas kawin motor yang awalnya diberikan kepada Ansari kemudian diserahkan kepada suami barunya.

''Saya tidak menyesal atas apa yang telah terjadi. Saya senang anak perempuan saya tidak harus menghabiskan sisa hidupnya dengan pria serakah itu,'' kata Bashir-ud-din, 58 tahun, ayah Parveen.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww