Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
10 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
14 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
3
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
10 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
8 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
5
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
Nasional
10 jam yang lalu
Badan Gizi Nasional Buka 953 Layanan Baru, Ibu Hamil di Daerah Tertinggal Jadi Prioritas Utama
6
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemkot Padang Hanya “Lips Service"

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemkot Padang Hanya “Lips Service
Wismar Pandjaitan, Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa DPRD Padang
Rabu, 01 Maret 2017 18:51 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan menilai program mencetak 10 ribu wirausahawan yang digagas Pemkot Padang hanya program "lips service". Buktinya, hingga empat tahun kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah sebagai wlikota Padang tidak ada geliat peningkatan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Wismar, memang Pemkot mengklaim program tersebut sudah jalan dengan didasari banyaknya perizinan, akan tetapi tidak adanya geliat ekonomi di tengah masyarakat menandakan program unggulan tersebut dinilai gagal.

Menurut Wismar, seharusnya Pemkot Padang mampu melaksanakan program tersebut, mengingat setiap kecamatan memiliki sentra ekonomi. “Saya amati, pada beberapa kecamatan, masyarakat memiliki home industry atau usaha kecil menengah yang bias dikembangkan. Sayangnya, Pemkot tidak melihat potensi yang ada,” tegas Wismar dalam beberapa kesempatan.

Anggota DPRD Padang dari dapil Koto Tangah ini menilai gagalnya Pemkot Padang menjalankan program tersebut disebabkan tidak adanya data soal sentra ekonomi yang dimiliki stakeholder terkait. Selain itu, stakeholder juga tidak memiliki perencanaan yang matang dalam upaya menciptakan 10 ribu wirausahawan di Kota Padang.

Pada kesempatan ini Wismar juga mengkritik pelatihan kewirausahawan yang selama ini dilaksanakan Pemkot Padang tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Wismar tidak hanya mengkritik program 10 ribu wirausahawan, tetapi juga mengkritik pelayanan publik. Wismar menilai masih banyak persoalan pelayanan publik yang harus dibenahi Pemkot terutama parkir, pasar raya dan terminal. Bahkan, untuk pelayanan publik Wismar berani member Pemkot rapor merah.

“Kalau persoalan pantai bersih, Pemkot jangan jumawa dulu. Itukan berkaitan dengan IORA sehingga dibantu Angkatan Udara. Setelah pelaksanaan IORA coba lihat sekarang, banyak masyarakat kembali berjualan ikan di sepanjang pantai,” tegas Wismar. (agb)

wwwwww