Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

JK Ingatkan, Kesenjangan di Indonesia Sangat Berbahaya karena Perbedaan Agama

JK Ingatkan, Kesenjangan di Indonesia Sangat Berbahaya karena Perbedaan Agama
Jusuf Kalla. (lp6c)
Minggu, 26 Februari 2017 16:35 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) mengingatkan, kesenjangan antara miskin dan kaya di Indonesia sangat berbahaya dibanding dengan di Thailand dan Filipina.

Sebab, lanjut JK, yang kaya dan yang miskin di Thailand dan Filipina, agamanya sama. Sedangkan di Indonesia, yang kaya dengan yang miskin agamanya berbeda.

''Kesenjangan di Indonesia cukup berbahaya dibanding di negara lain. Di Thailand yang kaya dan miskin sama agamanya. Di Filipina juga begitu, baik yang kaya maupun miskin memiliki agama yang sama. Sementara di Indonesia yang kaya dan miskin berbeda agama," kata Kalla saat menutup sidang tanwir Muhammadiyah di Ambon, Minggu (26/2/2017).

Jumat lalu, sidang Tanwir Muhammadiyah dibuka Presiden Joko Widodo. Sedangkan penutupan dilakukan Kalla hari ini.

Kalla menjelaskan di Indonesia sebagian besar orang yang kaya adalah warga keturunan yang beragama Khonghuchu maupun Kristen. Sedangkan orang yang miskin sebagian besar Islam dan ada juga yang Kristen. K'Ini sangat berbahaya. Karena itu kita harus berusaha bersama untuk mengatasi hal ini,'' kata Jusuf Kalla.

Menurut Kalla, persoalan kesenjangan tidak hanya menjadi masalah bangsa Indonesia.  Di Amerika pun, tambah JK, juga terjadi kesenjangan.

''Pancasila bukan tidak kita laksanakan. Hanya sila kelimanya sangat sulit kita laksanakan,'' kata Kalla. Sila kelima berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya Ketum PP Muhammadiyah Haedar Natsir atas nama organisasi menganugerahkan penghargaan kepada Kalla sebagai Bapak Perdamaian dan Kebhinnekaan bukan dalam kata-kata dan retorika tapi dalam langkah dan tindakan yang menorehkan jejak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sidang tanwir Muhammadiyah kali ini juga memutuskan resolusi penguatan kedaulatan dan keadilan sosial. Salah satu isi resolusi tersebut adalah negara tak boleh takluk oleh pemilik modal asing maupun dalam negeri yang memporak-porandakan tatanan negara hanya untuk mengeruk kekayaan dan meraih kekuasaan.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Kabar Bertuah, Pasar & Niaga
wwwwww