Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
12 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
5 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tokoh NU: Warga Nahdliyin Tentu Sudah Paham Bagaimana Perilaku Ahok Selama Ini

Tokoh NU: Warga Nahdliyin Tentu Sudah Paham Bagaimana Perilaku Ahok Selama Ini
Sabtu, 25 Februari 2017 11:18 WIB
JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Hanief Saha Ghafur menyarankan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertimbangkan mudarat terkecil dalam menentukan dukungan pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Dikutip dari republika.co.id, menurut Hanief Saha Ghafur, PKB sebagai anak kandung NU harus terlibat dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Namun, keberpihakan PKB seyogianya mempertimbangkan risiko paling menimalis.

''Saya kok melihat, risiko memilih pasangan nomor dua yaitu Ahok-Djarot jauh lebih besar ketimbang memilih pasangan ketiga, Anies-Sandi,'' katanya dalam diskusi dengan tema ‘Ahok atau Anies?’ yang digelar Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa, Jumat (24/2) malam. 

Hanief yang menjabat sebagai Ketua PBNU ini mengingatkan, PKB harus cerdas mengkritisi apa yang dilakukan Ahok selama ini, baik dari sisi kebijakan, perilaku maupun prestasinya. ''Begitu juga dalam melihat pasangan nomor tiga,'' tutur dia.  

Hanya saja, kata dia, kelemahan Ahok jauh lebih besar dibanding sosok Anies. Coba lihat dari sisi kinerja, baik serapan anggaran APBD maupun dari kondisi banjir. Ternyata serapan anggarannya pemerintahan Ahok cuma 60 persen. Artinya banyak program yang tak jalan. ''Ini masalah besar. Ke mana saja kinerjanya Ahok?'' kata dia.  

Jadi, imbuh Hanief, memilih Anies lebih tepat dibanding Ahok. Dari sisi perilaku, warga Nahdliyin tentu sudah paham bagaimana perilaku Ahok selama ini. Makanya, secara partai PKB harus bersikap dan mencari risiko atau mudharat yang mana yang lebih kecil.  

Ketua Umum Garda Bangsa Cucun A Syamsurijal mengatakan diskusi ini digelar dengan harapan dapat membantu PKB dalam menentukan pilihan dukungan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. 

Sekretaris Fraksi PKB DPR RI itu berharap masukan tersebut dapat diterima kalangan, baik itu kader, simpatisan dan konstituen PKB. Tentunya, PKB tetap harus mendahulukan aspek dar’ul mafasid muqaddamun ala al jalbil mashalih, menghindari kerusakan lebih didahulukan ketimbang mengambil manfaat.

''Kita mendengarkan masukan dari semua kalangan,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Parlemen
wwwwww