Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kesetrum Penanak Nasi, Nenek Ini Tewas dalam Posisi Berdiri

Kesetrum Penanak Nasi, Nenek Ini Tewas dalam Posisi Berdiri
ilustrasi
Minggu, 29 Januari 2017 07:33 WIB

PONOROGO - Seorang nenek bernama Menik bin Semin (70), warga Dukuh Karangrejo, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, tewas karena kesetrum alat penanak nasi, Sabtu (28/1/2017).

Korban ditemukan tak bernyawa oleh anaknya sendiri, Kusnan (42) di dapur rumahnya.

"Saat itu, Kusnan mendengar anaknya yang diasuh korban menangis. Tak berapa kemudian, Kusnan bergegas masuk ke dapur. Saat masuk ke dalam dapur, Kusnan mendapati ibunya tewas dengan posisi berdiri pada saat mengambil nasi di alat penanak nasi," kata Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Sabtu (28/1/2017) seperti diberitakan kompas.com.

Mengetahui ibunya tak bernyawa lagi, Kusnan memanggil saudaranya, Tolu untuk mengangkat jenazah Menik. Saat diangkat terdapat luka bekas sengatan listrik pada punggung dan telapak tangan kanan korban.

Hasil visum jenazah korban, petugas kesehatan Puskesmas Sawoo tidak menemukan adanya unsur-unsur penganiayan. Korban dipastikan dan murni meninggal dunia karena kesetrum listrik.

"Atas peristiwa itu pihak keluarga menerima dengan ikhlas atas kejadian tersebut. Keluarga korban menyatakan tidak akan melanjutkan kejadian tersebut ke ranah hukum dan juga tidak meminta jenazah korban diotopsi," jelas Sudarmanto.(kpc)

Editor:Arie RF
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww