Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
23 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
14 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
15 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
15 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
12 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Medsos Dianggap Makin 'Liar', Kapolri dan Menteri Ajak Kumpul Pimpinan Media

Medsos Dianggap Makin Liar, Kapolri dan Menteri Ajak Kumpul Pimpinan Media
Kamis, 22 Desember 2016 02:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dua menteri yaitu Menkominfo Rudiantara dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin serta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bertemu dengan para pemimpin redaksi (pemred) di Bimasena Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu malam 21 Desember 2016.

Pertemuan yang dilakukan secara tertutup ini berlangsung selama tiga jam mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Menkominfo Rudiantara mengatakan, pertemuan ini adalah pertemuan rutin dengan Forum Pemred untuk bertukar informasi.

"Jadi bukan hanya sebagai narasumber dan memberitakan tapi lebih banyak memberi masukan sebagainya seperti apa terutama dalam berkomunikasi," kata Rudiantara.

Dalam pertemuan tersebut Rudiantara menjelaskan, pemerintah dan para pemred media arus utama mempunyai pandangan dan konsentrasi terutama dalam menyikapi maraknya penggunaan media sosial (medsos).

"Dari sisi konten bagaimana kita menghadapi yang namanya media sosial yang kontennya semakin liar yang kontennya juga semakin tidak terkontrol dan dimanfaatkan oleh orang yang ingin memanfaatkan, tidak lagi melihat ini Indonesia yang negara kita NKRI dan juga mencoba memecah belah kita semua," katanya.

Salah satu hal yang dibahas terkait media sosial adalah pro kontra mengenai fatwa MUI terkait dengan pelarangan umat muslim menggunakan atribut non muslim saat perayaan natal.

"Ya konten-konten di media sosial hari ini saja sudah ada di medsos mengenai sweeping, mengenai fatwa MUI, bagaimana menerapkannya dan sebagainya," ujarnya. ***

Sumber:vivanews.co.id
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww