Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Sekilas Kabar dari Korpri

Sikap Disiplin PNS Wujud Nyata Bela Negara

Sikap Disiplin PNS Wujud Nyata Bela Negara
Selasa, 20 Desember 2016 10:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-68 berlangsung di Lapangan Eks IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016). Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah.

Dalam sambutannya, Saefullah mengkritik para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup DKI yang kerap datang terlambat."Padahal sesuai aturan pukul 07.30 seluruh pegawai harus sudah berada di lapangan. Namun, masih banyak yang berlarian, padahal apel sudah dimulai," kata Saefullah.

Ia menilai, karakter PNS yang kurang disiplin tersebut bisa menjadi hambatan bagi pelayanan publik untuk masyarakat. "Bagaimana kita mendisiplinkan masyarakat, kalau kitanya tidak disiplin. Bela negara itu tidak melulu dalam bentuk perang dan sebagainya. Tapi bela negara juga bisa dilakukan dengan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat. Ini yang harus diperhatikan," ujar anggota Ketua IV Bidang Kerja Sama Dewan Pengurus Korpri Nasional ini.

Selain itu, Saefullah juga berpesan agar wujud nyata bela negara dapat dilakukan dengan melawan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) dan juga ancaman narkoba. "Bentuk perlawanan saat ini sudah berubah paradigma, kita wujudkan dengan melawan kekuatan KKN dan narkoba," ujarnya.

Menurutnya, kendala dalam bela negara saat ini sesuai dengan yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo adalah krisis moral yang bisa diatasi dengan melakukan Revolusi Mental. Karena itu, selain Revolusi Mental pihaknya meminta agar perlu adanya gerakan moralitas untuk menjaga moral bangsa semakin baik. "Harus ada gerakan moralitas yang diperjuangkan untuk kebaikan bangsa," katanya.

Seperti diketahui bersama, Bela Negara merupakan program yang dikembangkan Kementerian Pertahanan untuk membangun dan menguatkan kesadaran berbangsa bagi masyarakat. Gerakan tersebut dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak 19 Desember 2014, yang kemudian dijadikan Hari Peringatan Bela Negara. (*/dnl)

wwwwww