Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sudah Kejadian yang ke 6 Kalinya Selama 2016, Ini Sikap Komisi I DPR Terkait Jatuhnya Hercules di Wamena

Sudah Kejadian yang ke 6 Kalinya Selama 2016, Ini Sikap Komisi I DPR Terkait Jatuhnya Hercules di Wamena
Proses evakuasi hercules yang jatuh di Wamena. (dok. Basarnas)
Minggu, 18 Desember 2016 18:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sikap tegas ditunjukkan Ketua Komisi I, DPR, Abdul Kharis Almasyhari dari daerah pemilihan Klaten, Jawa Tengah, sehubungan dengan musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Wamena Papua.

Menurutnya, Komisi I DPR akan mendesak supaya dilakukannya peremajaan peralatan militer Indonesia.

Berikut ini adalah pernyataan sikap Komisi I DPR RI yang diterima redaksi GoNews.co, Minggu (18/12/2016).

1. DPR melalui Komisi I, menyatakan belasungkawa atas gugurnya para awak pesawat baik sipil maupun TNI. Komisi 1 minta TNI utk mengurus hingga pemakaman atas jenazah para korban.

2. Komisi I, juga minta agar TNI melakukan investigasi secara tuntas atas jatuhnya pesawat Hercules C-130 mengingat usia peremajaan pesawat hasil hibah dr RAAF (Royal Australia Armed Forces) tersebut baru saja diserahterimakan 10 bln lalu.

3. Peristiwa kecelakaan pesawat maupun Helikopter TNI ini adalah yang keenam kali terjadi di 2016 ini, maka Komisi I DPR, mendesak agar TNI melakukan evaluasi menyeluruh atas kelayakan dan keselamatan operasi seluruh pesawat TNI hasil upgrade/peremajaan yg diperoleh dari Luar Negeri. Sekaligus juga meng-grounded untuk pesawat yang tidak layak operasi.

4. Komisi I juga mendesak agar dalam peremajaan pesawat dari hibah Luar Negeri melibatkan industri pertahanan nasional dlm hal ini PT. DIRGANTARA INDONESIA (DI) agar dilibatkan secara optimal sehingga peremajaan tsb dijamin kelayakan operasinya oleh PT. DI.

5. Komisi I, melalui Panja Alutsista TNI akan mengundang pihak Kemhan/TNI dan meminta penjelasan atas kecelakaan pesawat TNI di 2016 ini. Sekaligus juga akan meminta penjelasan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) atas kinerja mereka dalam mengawasi kelayakan kontrak setiap alustista TNI. ***

wwwwww