Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pedemo Ingin Menginap di Gedung DPR, Kapolda Metro: Tidak Boleh!

Pedemo Ingin Menginap di Gedung DPR, Kapolda Metro: Tidak Boleh!
Kapolda Metro Jaya, saat menemui pengunjuk rasa. (istimewa)
Sabtu, 05 November 2016 01:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengunjungi para pedemo yang berada mengadakan aksi di depan Gedung DPR dari dalam kawasan gedung. Kapolda menegaskan mereka tidak diperkenankan untuk menginap di dalam kawasan Gedung DPR.

"Tidak boleh!," tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016)."Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar," lanjutnya.

Dirinya mengatakan penambahan personel yang disiagakan di sekitar kompleks parlemen tersebut bersifat situasional. 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri saat ini dirasa cukup untuk untuk mengamankan Gedung Senayan. 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.

"Pengamanan kalau perlu nanti ditambah," katanya.Sebelumnya, Para pedemo yang berada di depan Gedung DPR memaksa untuk masuk ke dalam gedung. Mereka mengancam akan tetap berada di depan Gedung DPR hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang memimpin para pedemo meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.

"Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa," tegas Rizieq di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) dinihari. ***

Sumber:Detik.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww