Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

13 Jam Tuntut Ahok Dihukum, Ribuan Ummat Islam Belum Bergeming dari Gedung DPR/MPR

13 Jam Tuntut Ahok Dihukum, Ribuan Ummat Islam Belum Bergeming dari Gedung DPR/MPR
Massa aksi Bela Islam tetap bertahan di depan Gedung DPR. (Muslikhin/GoNews)
Sabtu, 05 November 2016 01:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aksi menuntut Ahok dihukum oleh ribuan ulama, santri dan ormas pada hari ini Jumat (4/11/2016), terhitung sejak pukul 13.00 WIB sampai saat ini pukul 01.02 WIB, sudah 13 jam lamanya. Namun seakan tak peduli dengan larutnya malam, massa masih tetap berorasi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Sabtu (5/11/2016) dinihari.

Dari seruan-seruan orator, para peserta aksi, tetap menuntut Presiden Joko Widodo tegas memprintahkan Polisi mengadili Ahok. Namun hingga saat ini kata mereka, Presiden tetap tidak tegas dan terkesan melindungi Ahok.

"Kami tidak akan bergerak, kalau tidak ada kepastian untuk kami. Presiden Jokowi bahkan menuduh kalau kita melakukan aksi karena ditunggangi kepentingan politik, saya tanya apakah kalian dibayar? Saya datang dari Banjarmasin pakai uang sendiri Presiden," teriak orator asal Banjarmasin.

Hal yang sama juga diungkapkan orator asal Lampung. Bahwa dirinya sebagai orang Lampung, merasa malu ketika warganya datang, tapi Jokowi dan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang asli Lampung tapi tidak menghargainya.

"Jangan salahkan kami jika nanti pak Zulkifli tidak kami pilih lagi. Untuk itu tegaslah pak, begitu juga dengan Presiden Jokowi, anda menghina ulama, anda tidak menghargai ulama," ujarnya. ***

wwwwww