Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ahok: Indonesia tidak Boleh Takluk pada Premanisme

Ahok: Indonesia tidak Boleh Takluk pada Premanisme
Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok
Kamis, 03 November 2016 06:01 WIB
JAKARTA - Petahana Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengatakan Indonesia tidak boleh takluk pada aksi premanisme, terutama pada demonstrasi massa yang anarkis.

Ahok yang didemo oleh sejumlah warga saat kunjungannya di Kelurahan Sukabumi Utara Pasar Rawabelong, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. "Saya kira negara tidak boleh takluk pada premanisme," ujar Ahok usai melakukan kunjungan di Jakarta Barat, Rabu.

Ahok mengatakan massa yang berdemonstrasi hingga membuat kegiatan blusukannya harus berakhir cepat tersebut tidak dewasa.

Menurut dia, aksi yang terjadi setelah 10 menit Ahok blusukan itu mencederai demokrasi negara. Massa yang berteriak-teriak dinilai hanya membuat ketakutan warga sekitar.

"Masyarakat penduduk asli terima kok. Mereka hanya segelintir orang yang meneriakkan itu. Ini yang saya katakan tidak dewasa. Hukum negara kita kan tidak bisa dipaksa, ada aturan. Kalau kaya gini kan kasihan masyarakat ketakutan dengar suara begitu," ujar Ahok.

Ia mengatakan tidak akan menambah ajudan untuk meningkatkan pengamanan.

Namun demikian, Ahok sudah memperkirakan bahwa aksi dari massa akan datang di masa kampanyenya.

"Kalau ngeliat gerakan kaya gini, kita ke mana pun mereka akan intai. Mereka akan datang. Saya sudah perkirakan hari pertama, hari kedua, mereka mulai merasa kecolongan, makanya hari ketiga mereka pasti datang," tambah Ahok.

Di masa kampanyenya, Ahok mengunjungi warga di Rawabelong sejak pukul 16.11 WIB dan kunjungan tersebut harus disudahi karena aksi massa pada pukul 16.36 WIB.

Calon Gubernur dengan nomor urut dua tersebut juga gagal meninjau normalisasi Kali Sekretaris yang biasanya terlanda banjir terutama pada musim hujan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww