Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
3 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Tanggapi Konfrensi Pers SBY, Pengamat: Sebaiknya Diam Saja, Jangan Reaktif Kalau Bukan Bagian Dari Gerakan 4 November

Tanggapi Konfrensi Pers SBY, Pengamat: Sebaiknya Diam Saja, Jangan Reaktif Kalau Bukan Bagian Dari Gerakan 4 November
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (istimewa)
Rabu, 02 November 2016 16:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Maksimus Ramses Lalongkoe, mengatakan, mantan Presiden ke 6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu menanggapi bahkan reaktif dengan isu-isu yang berkembang belakangan ini khususnya terkait rencana aksi unjuk rasa 4 November mendatang.

Hal tersebut ia ungkapkan, menanggapi pernyataan SBY di hadapan media saat konfrensi pers di Cikeas tadi pagi.

"Saya pikir pak SBY tidak perlu menanggapi bahkan reaktif sekali dengan isu-isu belakangan ini terutama isu soal rencana aksi unjuk rasa 4 November mendatang" ucap Ramses saat dimintai komentarnya kepada GoNews.co, Rabu (2/11/2016) di Jakarta.

Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini menambahkan, jika Susilo Bambang Yudhoyono tidak bagian dari rencana gerakan aksi unjuk rasa 4 November tersebut, sebaiknya tidak perlu menanggapi secara serius dan reaktif berlebihan sehingga tidak mengundang kecurigaan publik luas.

"Sebaiknya pak SBY diam saja, tidak perlu menanggapi secara serius jika memang beliau tidak bagian dari gerakan 4 November tersebut. Isu-isu yang menghampiri pak SBY anggap saja bumbu-bumbu demokrasi dan bagian dari dinamika politik di Indonesia", tandasnya.

Pernyataan-pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat itu, lanjut Ramses, justeru mengandung makna ganda dan memberi interpretasi ganda di tengah publik luas apalagi disampaikan secara serius. Sebaiknya sebagai tokoh besar bangsa apalagi seorang mantan Presiden perlu menyampaikan pandangan-pandangan bijak dan teduh kepada publik sehingga tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumya, hari ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeae, Bogor. Dalam keterangan persnya mantan Presiden ke 6 ini mengingatkan aparat penegak hukum untuk mendengarkan protes masyarakat terkait kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. ***

wwwwww