Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
8 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pasukan Berani Mati Berikan Opsi ke Polri, Pilih Bela Ahok Atau Bergabung dengan Umat Islam

Pasukan Berani Mati Berikan Opsi ke Polri, Pilih Bela Ahok Atau Bergabung dengan Umat Islam
Pasukan Berani Mati dan FPI saat menggelar Aksi "Ganyang Ahok". (istimewa)
Jum'at, 21 Oktober 2016 13:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Soal Pernyataan Gubernur DKI Ahok yang diduga melecehkan Alqur'an sudah memicu kemarahan umat Islam di seluruh Indonesia. Bahkan diluar negeri khusunya Timur Tengah, para tokoh Islam juga turut "terbakar" emosinya.

Menurut Koordinator Pusat Pasukan Berani Mati Adili Ahok Penista Al-Qur'an, Gusrin Lessy dalam keterangan persnya yang diterima GoNews.co mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang secara terang benderang menistakan Al-Qur'an dan menghina ulama, terkait pernyataannya soal QS Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Jelas dia, ini bukan lagi soal dinamika politik dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta 2017 seperti yang di tuduhkan para Ahokers beserta cyber armi-nya. Hal ini sudah menyangkut aqidah umat Islam yang dengan sengaja di dinistakan oleh Ahok untuk kepentingan politiknya sendiri," ujarnya, Jumat (21/10/2016)

"Tanpa ilmu tafsir dan dasar pengetahuan yang kuat soal surah Al-Maidah 51, pernyataan Ahok sudah masuk ranah pidana sesuai KUHP Pasal 156a dan UU tentang penodaan agama," ungkap Gusrin Lessy.

Menurutnya, bukti video, saksi-saksi, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah jelas sehingga tidak ada lagi yang perlu diragukan oleh Polri untuk segera menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Gusrin Lessy menambahkan, pernyataan yang mengatakan bahwa kasus Ahok ini ditunda setelah selesai perhelatan Pilkada DKI karena kental dengan aroma politik adalah pernyataan yang sempit dan menyederhanakan persoalan.

Pernyataan Ahok ini dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI dalam acara resmi kunjungan ke daerah sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada.

"Sekarang, Polri silakan memilih, bersama umat Islam yang ikut melahirkan Polri di zaman perjuangan dulu, atau bersama Ahok?" tukas Gusrin Lessy. ***

wwwwww