Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
6
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
13 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Soal Bentrokan di Meranti, Kapolri: 430 Ribu Orang Polisi Tak Mungkin Dikorbankan Demi Oknum

Soal Bentrokan di Meranti, Kapolri: 430 Ribu Orang Polisi Tak Mungkin Dikorbankan Demi Oknum
Jenderal Tito Karnavian, saat meninjau Kebakaran Lahan dan Hutan di Rimbo Panjang, Senin (29/8/2016) sore (Foto: Chairul Hadi)
Selasa, 30 Agustus 2016 08:47 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyesalkan pecahnya bentrokan antara warga dan polisi di Mapolres Kepulauan Meranti, Riau beberapa waktu lalu, hingga memakan korban warga sipil.

Sebab itu, Tito langsung mengintruksikan Kapolda Riau, Brigjen Pol Supriyanto untuk mengambil langkah tegas dan menindak oknum polisi yang diduga melakukan kekerasan berlebihan, hingga pelaku penikaman, Apriadi Pratama meninggal dunia.

"Kita tidak mentolelir itu. 430 ribu orang polisi tak mungkin dikorbankan demi oknum yang salah. Jangan sampai citra kita tercoreng. Ini saya sesalkan, di mana sebetulnya cuma karena masalah oknum dengan perempuan," ucapnya.

Sebab itu, pasca bentrokan, Jenderal Tito Karnavian meminta Brigjen Supriyanto untuk memproses polisi-polisi yang diduga melanggar prosedur. "Kapolresnya sudah kita ganti, kita selanjutnya evaluasi, bagaimana agar polisi dekat dengan masyarakat," kata dia.

Tidak cuma itu, ia juga menginginkan agar anggota yang terlibat agar segera ditindak, bukan hanya sanksi internal saja, namun juga hukum pidana. "Proses ini, untuk pembelajaran bagi yang lain. Saya akan pantau terus," lanjut Tito, di Pekanbaru, Riau. ***

wwwwww