Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
16 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
4
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Perbaiki 'Tubuh' Polri, Jenderal Tito Bakal Buat Tim Akselerasi Terkait Commander Wish

Perbaiki Tubuh Polri, Jenderal Tito Bakal Buat Tim Akselerasi Terkait Commander Wish
Jenderal Polisi Tito Karnavian saat tiba di Brimobda Polda Riau, Selasa siang (Foto: Chairul Hadi)
Selasa, 30 Agustus 2016 13:37 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian bakal membuat tim khusus berbasis IT online untuk memantau setiap Polda se-Indonesia, apakah sudah menjalankan point commander wish yang dia intruksikan sebelumnya atau tidak.

Menurut Tito, commander wish adalah pegangan dasar setiap polisi dalam bertindak, di mana dijabarkan segala aspek menyoal perilaku, kedekatan antara polisi dan masyarakat, pencegahan, pengayoman, pelayanan publik, sinergitas, publikasi hingga sikap yang semestinya dipegang oleh seorang abdi negara.

"Nanti di setiap Polda akan kita pantau soal commander wish. Ada tim akselerasi, karena itu penting. Bagaimana visinya bisa berjalan. Ada 10 program aksi prioritas plus delapan quick wins yang dijabarkan menjadi 61 program," kata Tito di Pekanbaru, Riau, Selasa (30/8/2016).

61 program yang akan dikucurkan ini, sambungnya, berfungsi untuk memperbaiki kinerja kepolisian. "Nanti tim Polda harus cepat mengakses dan memahami sistem kerja software itu, supaya bisa menginput sehingga terbaca, Polda mana yang aktif melakukan program itu," jabarnya.

"Kasus di Meranti bagi saya pelajaran pahit, bahwa mekanismie (commander wish, red) tidak terbangun dengan baik. Tapi kita akan evaluasi dan ambil pelajaran, sebagai pelajaran pahit agar tidak terulang di tempat lain. Untuk itu lakukan langkah perbaikan," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Group).

"Saya menyampaikan 1,5 bulan lalu soal ini. Saya lihat baru sampai di level perwira menegah ke atas, kalau ke bawah belum sampai. Sehingga tindakan satu orang (polisi) seperti kasus di Meranti, mencoreng semua prestasi ratusan ribu personil," singkatnya. ***

Kategori:Warga Bertuah
wwwwww