Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
8 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengamat: Bom Bunuh Diri di Medan Tanda Bobolnya Petugas Intelejen Negara

Pengamat: Bom Bunuh Diri di Medan Tanda Bobolnya Petugas Intelejen Negara
Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan. (Tribun Medan)
Senin, 29 Agustus 2016 09:35 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menilai kejadian percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pada Minggu (28/8/2016) pagi, merupakan tanda dari bobolnya petugas intelijen negara.

”Alat negara kita atau intelijen, selalu terlambat untuk mengantisipasi kejadian teror, akibatnya warga masyarakat selalu saja diperhadapkan pada ketidakhadiran negara dalam penanganan tindak pidana terorisme,” katanya di gedung dewan, Senin (29/8/2016).

Untuk itu dia meminta Gubernur Sumatera Utara dan Wali Kota Medan untuk melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sumatera Utara dan Medan. Guna dapat mengsingkronkan seluruh kepling, lurah, camat agar mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (SKL) secara partisipatif, paham terorisme serta bergerak secara cepat dan seiring pesatnya kemajuan teknologi.

”Tanggung jawab keamanan dan ketertiban umum menjadi tugas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan Gubernur sebagai koordinator di tingkat Provinsi Sumatera Utara, dan Walikota sebagai koordinatornya di tingkat Kota Medan. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif perlu dibangun dan ditingkatkan,” pungkasnya," tutupnya.

Editor:Arif
Kategori:GoNews Group, Balai Kota, Kabar Bertuah
wwwwww