Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Cendekia

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot

Pasca Tewasnya Honorer Dispenda Usai Bunuh Polisi, Warga Meranti Minta Kapolres Dicopot
Pertemuan ratusan warga pasca tewasnya AAP setelah ditembak polisi dengan dua tembakan di kaki (Foto: Safrizal)
Kamis, 25 Agustus 2016 11:22 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Mediasi terus berlangsung di Aula RSUD Kepulauan Meranti, Riau, pasca meninggalnya honorer Dispenda Meranti berinisial AAP setelah mendapat dua tembakan dari polisi. Dia ditembak lantaran menusuk polisi saat berkelahi, hingga meregang nyawa.

Setelah itu, ribuan warga mendatangi RSUD Kepulauan Meranti. Mereka ingin bertemu dan meminta pertanggungjawaban dari polisi atas kematian honorer pasca di tembak.

Terlihat di dalam Aula, Kapolres AKBP Asep Iskandar SIk MM, Wakapolres Rudi R Samosir, dan beberapa orang tua di Kepulauan Meranti seperti Ketua LAM Kepulauan Meranti, tokoh masyarakat Tarmizi, Mulyono, Ketua PP Meranti Asnan Mahadar dan anggota Darto, pihak legislatif Hafizan Abbas dan Muzakir, Asisten II Anwar Zainal, dan Sekda Iqaruddin.

Tarmizi, mewakili masyarakat meminta pelaku penembakan honorer hingga meregang nyawa diproses hukum. Sementara mereka juga minta rekomendasi dari LAM R Kepulauan Meranti agar Kapolres Asep Iskandar SIk dicopot karena dianggap gagal membina anggota sehingga terkesan arogan terhadap masyarakat.

Saat ini sedang berlangsung pertamuan itu. Di luar ruangan, ribuan warga Meranti memadati halaman Aula RSUD Jalan Dorak Selatpanjang. Terlihat polisi berjaga-jaga.  ***

wwwwww