Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Bentrok Berdarah Warga vs Polisi di Selatpanjang, Abdul Vattah: Kedua Belah Pihak Kita Imbau Menahan Diri

Bentrok Berdarah Warga vs Polisi di Selatpanjang, Abdul Vattah: Kedua Belah Pihak Kita Imbau Menahan Diri
Ribuan massa mengepung Mapolres Kepulauan Meranti, Rabu. (foto istimewa)
Kamis, 25 Agustus 2016 21:22 WIB
Penulis: Fahrul Rozy
PEKANBARU - Ribuan warga (pihak kepolisian menyebut hanya sekitar 500 orang) bentrok dengan polisi di Mapolres Kepulauan Meranti di Selatpanjang, Kamis (25/8). Akibat bentrokan tersebut, seorang warga tewas berlumuran darah setelah mengalami luka parah pada pelipisnya.

Menanggapi bentrok antara warga dengan polisi di Selatpanjang itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Riau Abdul Vattah Ali Hasyim Harahap, mengimbau kedua belah pihak menahan diri.

"Saya membaca tadi siang, duduk persoalan sementara belum jelas. Karena itu biarkan proses hukum berjalan, jangan mengambil langkah sendiri. Keamanan dan kenyamanan masyarakat banyak perlu kita utamakan. Polisi juga harus menahan diri. Karena itu kedua belah pihak kami imbau untuk saling menahan diri," kata wakil rakyat kelahiran Seltapanjang itu kepada GoRiau.com, Kamis malam.

Politisi Golkar tersebut mengaku hanya membaca perkembangan lewat media massa karena tengah melakukan reses di Kabupaten Bengkalis. Ia berharap persoalan ini cepat terselesaikan. "Kepada pemerintah setempat dan aparat kita minta segera mengambil langkah-langkah penyelesaian," lanjutnya.

Bentrok warga dengan polisi dipicu tewasnya Apri, tersangka pembunuhan anggota polisi bernama Brigadir Adil S Tambunan. Apri dan Brigadir Adil terlibat perkelahian di depan Hotel Furama di Selatpanjang, Kabupaten Meranti, yang menyebabkan tewasnya Adil.

Brigadir Adil tewas karena terkena 5 tikaman. Setelah membunuh Adil, Apri mencoba kabur, namun kemudian berhasil ditangkap polisi. Namun belakangan Apri meninggal dunia.

Warga yang mendapatkan kabar tersebut lalu bergerak ke RSUD Selatpanjang dan kemudian mendatangi Mapolres Meranti, sehingga terjadi bentrok. Dalam bentrokan tersebut, seorang warga bernama Is Rusli tewas karena luka parah di bagian pelipis. Menurut pihak kepolisian, Rusli terluka terkena lemparan batu, bukan karena tembakan.***

Editor:sanbas
Kategori:Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww