Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
15 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
22 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
18 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Putus Selama 14 Jam, Jalan Nasional Surabaya- Probolinggo Akibatkan 52 Ribu Jiwa Terdampak

Putus Selama 14 Jam, Jalan Nasional Surabaya- Probolinggo Akibatkan 52 Ribu Jiwa Terdampak
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Jum'at, 01 Juli 2016 16:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hujan deras dan pasang laut telah menyebabkan debit lima sungai meluap bersamaan yaitu Sungai Kedunglarangan, Sungai Welang, Sungai Gembong, Sungai Rejoso, dan Sungai Wrati di daerah Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur pada Kamis (30/6/2016) pukul 03.00 Wib.

Kondisi tersebutnya menyebabkan banjir menggenangi 8 kecamatan meliputi Kec. Bangil, Kec. Beji, Kec. Kraton, Kec. Pohjentrek, Kec. Grati, Kec. Rejoso, Kec. Winongan, dan Kec. Gempol.

Banjir menggenangi jalan nasional ruas Surabaya - Probolinggo setinggi 1 meter. Transportasi terputus selama 14 jam. Ribuan unit rumah dan sawah terendam banjir. Banjir menyebabkan 52.743 jiwa (14.109 KK) terdampak.

Tidak ada korban jiwa meninggal akibat banjir. Dua orang luka ringan yaitu Aulia (P/45) warga Dusun Bulu RT.03/RW.04, Ds. Tambakrejo, hanyut berhasil diselamatkan oleh kepala dusun, korban dirujuk ke RS Purut. Satu korban luka lagi adalah Amanda (P/9) warga Dusun Tunggak, Kec. Kraton, luka robek kaki kiri ± 8 cm dan kedinginan, dirujuk ke Puskesmas Gadingrejo.

BPBD Kabupaten Pasuruan bersama TNI, Polri, BPBD Jawa Timur, SKPD dan relawan melakukan penanganan darurat. BPBD dan relawan telah membagikan bantuan permakanan dan air minum bagi masyaraat terdampak. Bantuan sembako telah didistribusikan ke 44 desa terdampak.

Banjir telah surut. Transportasi telah normal kembali. Hingga Jumat (1/7/2016) pukul 10.00 Wib banjir hanya masih di Jalan Raya Rejoso dengan tinggi 10-20 cm. Masyarakat membersihkan rumah dan lingkungannya dari dampak banjir.

Hujan ekstrem di musim kemarau terjadi di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya merupakan anomali cuaca. Berdasarkan data BMKG, curah hujan yang terjadi di Kabupaten Pasuruan pada Kamis (30/6/2016) tercatat di stasiun Pager Sengon (111 mm), Bangil (108 mm), P3 Gli (83 mm), Telebuk (95 mm), Tutur (80 mm), Tretes (71 mm), Lumbang (88 mm), dan Grati (86 mm).

Dengan curah hujan berintensitas tinggi seperti itu maka sungai dan saluran drainase tidak akan mampu mengalirkan aliran permukaan sehingga memproduksi banjir.

Sementara itu, dalam waktu yang bersamaan hujan derasi di Kabupaten Sidoarjo juga menyebabkan tanggul lumpur Lapindo jebol titik 67 di RT.09, RT.11 - RT.16, Desa Gempolsari, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo Pada Kamis (30/6/2016) pukul 03.00 Wib. Lokasi tanggul jebol di sebelah timur bukan dekat jalan raya Porong sehingga tidak menggenangi jalan raya.

BPLS menurunkan 2 alat berat (eskavator) penanganan penutupan tanggul yang jebol, penimbunan kembali dengan sandbag dan gedhek (dinding bambu). Pada pukul 12.25 WIB, air sudah surut kembali. Saat ini sudah dapat dapat diatasi.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Diperkirakan selama mudik lebaran dan lebaran hujan berpotensi terjadi dengan intensitas ringan, sedang hingga tinggi di Jawa. Waspadai banjir dan longsor yang dapat terjadi di daerah rawan bencana. (rls)

Sumber:BNPB
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww