Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Perannya Sangat Dibutuhkan, Satlak Prima Usulkan Steven Bird Dampingi Atlet Olimpiade

Perannya Sangat Dibutuhkan, Satlak Prima Usulkan Steven Bird Dampingi Atlet Olimpiade
Tim Olimpiade Indonesia saat dilepas oleh Presiden Joko Widodo. (istimewa)
Rabu, 22 Juni 2016 17:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengusulkan pakar sport science dari Australia, Dr Steven Bird dimasukkan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam kontingen Olimpiade Indonesia yang akan tampil pada Olimpiade Rio de Jeneito, Brasil, 5-21 Agustus 2016.

"Peran Steven Bird sangat dibutuhkan atlet Indonesia untuk bisa tampil prima dalam menghadapi pertandingan," kata Wakil Ketua Umum Satlak Prima, Lukman Niode di Jakarta, Rabu (23/6).

Sebagai Assistant Professor Di James Cook University Australia, kata Lukman Niode, Bird mengerti betul mengatasi kendala-kendala yang akan dialami para atlet di Olimpiade Rio de Jeneiro nanti.

"Bird itu expert dalam pemulihan pada kompetisi, recovery system, endurance system dan nutrisi pada saat kompetisi. Dan, Bird sudah bekerja sama dengan Indonesia sejak 2007 melalui Program Atlet Andalan (PAL)," kata Lukman yang mantan perenang Olimpiade.

Sementara itu, Asisten Deputi Olahraga Prestasi, Chandra Bhakti mengatakan, Kemenpora telah memasok dana sebesar Rp24,5 Miliar dari Rp 35 miliar alokasi bantuan dana untuk mendukung kontingen Olimpiade Indonesia.

"Dana bantuan telah dikirimkan ke rekening KOI sebesar Rp24,5 miliar atau 70 persen dari alokasi dana bantuan sebesar Rp35 miliar. Sisanya yakni Rp10,5 miliar baru bisa dikirimkan kembali setelah ada laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran," katanya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Gelanggang
wwwwww