Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua MPR Zulkifli Hasan Dukung Organisasi Perekat Bangsa

Ketua MPR Zulkifli Hasan Dukung Organisasi Perekat Bangsa
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (istimewa)
Senin, 16 Mei 2016 13:14 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Para tokoh masyarakat seperti Din Syamsuddin, Ali Maskyur Musa, Siti Zuhro, dan Chusnul Mariyah, menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan, Senin (16/05/2016).

Saat ditemui di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, ketua delegasi Din Syamsuddin mengatakan kedatangan mereka untuk memperkenalkan organisasi barunya yang dibentuk. Organisasi itu adalah Pergerakan Indonesia Maju (PIM).

Dikatakan oleh Din bahwa PIM dirikan pada tanggal 4 April 2016 dan akan dideklarasikan pada 20 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Dipaparkan bahwa PIM adalah sebuah gerakan masyarakat lintas agama, suku, gender, dan profesi. Menurut Din organisasi itu anggotanya 40 persen adalah kaum perempuan.

Lebih lanjut dikatakan, PIM dibentuk untuk menggalang potensi kemajemukan yang ada di Indonesia. Diakui beberapa pihak selama ini kemajemukan yang ada dianggap sebagai kelemahan di saat bangsa mengalami krisis. Untuk itu PIM ingin kemajemukan yang ada digalang untuk menjadi kekuatan dan persatuan. “PIM ingin menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan yang dahsyat untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Ditambahan oleh Ali Maskyur Musa bahwa PIM dibentuk untuk mengembalikan etos para founding fathers. Dalam kesempatan itu Siti Zuhro menyebut bahwa PIM adalah organisasi tanpa sekat dan ingin ikut memberdayakan masyarakat desa.

Mendapat kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan menyambut dengan tangan terbuka. “MPR sebagai rumah rakyat, siapapun kita terima,” ujarnya.

Dikatakan kepada para tamunya, masyarakat yang datang ke MPR ada yang menyampaikan aspirasi bahwa mereka ingin kembali ke UUD Tahun 1945 sebab dengan adanya amandemen membuat bangsa ini selalu gaduh. Ada pula masyarakat yang datang ke MPR menyatakan bahwa hasil amandemen yang telah dilakukan mempunyai dampak yang baik sehingga UUD NRI Tahun 1945 perlu dipertahankan. Lagi, ada masyarakat yang datang ke MPR untuk menyampaikan aspirasi bahwa bangsa ini memerlukan haluan negara, seperti GBHN dalam masa Orde Baru.

Menanggapi adanya keinginan masyarakat bahwa bangsa ini memerlukan haluan negara, Zulkifli Hasan telah menerima aspirasi itu. MPR diakui telah melakukan tahapan-tahapan untuk merealisasikan lahirnya haluan negara.

Dalam tahapan-tahapan yang ada, menurut Zulkifdli Hasan, MPR menjaring aspirasi dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai organisasi yang barupun, Zulkifli Hasan akan meminta masukan dari PIM untuk melahirkan haluan negara yang komprehensif dan mencakup semua bidang.

“Mudah-mudahan bahan untuk melahirkan haluan negara, tahun ini sudah ada,” harapnya.

Ditambahkan dalam haluan negara itu, apa yang baik di masa Presiden Soekarno dan Soeharto diserap dalam haluan negara yang akan dilahirkan.

Sebagai organisasi lintas agama, suku, gender, dan profesi yang menjadi pilar PIM, menurut Zulkifli Hasan organisasi itu sejalan dengan MPR yang tengah melakukan Sosialisasi Pancasila. Untuk itu dirinya menginginkan agar PIM dan MPR bisa jalan sama dalam memperkuat keragaman bangsa ini. ***

wwwwww