Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Selamatkan Ekosistem Perairan, DKP Riau Tanam 4.000 Bibit Bakau di Meranti

Selamatkan Ekosistem Perairan, DKP Riau Tanam 4.000 Bibit Bakau di Meranti
Saat DKP Riau memberikan pelatihan penangkaran pohon pelindung kepada puluhan warga di Desa Anaksetatah Rangsangbarat, Kepulauan Meranti, Riau - istimewa
Kamis, 05 Mei 2016 19:24 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau melakukan penanaman 4.000 bibit bakau di Dembe Kepulauan Meranti. Penanaman ini dalam upaya penyelamatan ekosistem perairan.

Menurut Perry, Kabid Kelautan dan Pengawasan DKP Provinsi Riau, ekosistem pesisir itu sangat banyak. Diantaranya terumbu karang, dan mangrove. Kebetulan di Kepulauan Meranti, tambah Perry, ekosistem perairan saat ini memang telah rusak disebabkan abrasi.

"Daerah kita yang menonjol itu mngroove. Abrasi kita sangat besar, konsepnya kita menyelamatkan ekosistem perairan," ujar Perry ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (4/5/2016) lalu.

Untuk itu, guna memperkuat upaya penyelamatan ekosistem perairan selain menanam bibit bakau, DKP Riau juga memberikan pelatihan penangkaran pohon pelindung kepada puluhan warga di Desa Anaksetatah Rangsangbarat. Dalam pelatihan itu hadir narasumber dari program mitra bahari dr Agusnimar.

"Kalau ekosistem mangroove nya rusak, akan mengurangi hasil tangkapan nelayan kita. Makanya kita konsen pada penyelamatan ekosistem perairan itu," ujar Perry lagi. ***

wwwwww