Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
19 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
18 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
9 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Selain di Aceh Utara, Tragedi Simpang KKA Diperingati di Banda Aceh

Selain di Aceh Utara, Tragedi Simpang KKA Diperingati di Banda Aceh
Tugu Simpang KKA untuk mengenang tragedi berdarah di simpang tersebut pada 3 Mei 1999. (Foto: Mustafa Kamal Usandi)
Selasa, 03 Mei 2016 09:50 WIB
Penulis: Rachmad Ramadhani

BANDA ACEH - Kelompok diskusi yang menamai diri Serikat Rakyat akan menggelar aksi damai mengenang 17 tahun (3 Mei 1999 - 3 Mei 2016) tragedi berdarah Simpang KKA, di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (3/5/2016).

Mereka direncanakan akan melakukan aksi teatrikal sekitar pukul 11:00 WIB. Untuk mengingat kembali, Peristiwa Simpang KKA terjadi pada tanggal 3 Mei 1999 di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Ratusan orang menjadi korban dalam peristiwa pelanggaran HAM berat pada masa Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh. Sebanyak 39 warga sipil tewas (termasuk seorang anak berusia 7 tahun), 156 sipil mengalami luka tembak, dan sekitar 10 warga sipil dinyatakan hilang pada peristiwa tersebut.

Sementara di Simpang KKA, seratusan mayarakat telah tiba di lokasi persis peristiwa tersebut. "Kami lagi menunggu bapak Gubernur datang kemari," kata salah seorang warga sambil menunjukkan sepanduk selamat datang Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah terpasang di balik panggung. 

Informasi terakhir didapatkan dari Ketua Kontras Aceh Hendra Saputra, Gubernur Aceh Zaini Abdullah tidak bisa menghadiri acara tersebut. (rhd)

Editor:Mustafa Kamal Usandi
Kategori:GoNews Group, Warga Bertuah
wwwwww