Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Guru dan Bidan Dominasi Kasus Perceraian Rumah Tangga

Guru dan Bidan Dominasi Kasus Perceraian Rumah Tangga
Senin, 25 April 2016 18:20 WIB

PADANG - Perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Padang lebih didominasi guru dan bidan. Hal ini terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya karena ingin hidup lebih layak.

“Proses cerai ASN kan harus ada rekomendasi dari Walikota, dan yang mengajukan permohonan umumnya dari kalangan guru dan bidan,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang, Asnel, usai menjadi narasumber bimbingan teknis di salah satu hotel berbintang, Senin (25/4/2016)

Asnel mengatakan, jumlah ASN di Kota Padang relatif cukup banyak. Sebanyak 14 ribu pegawai tercatat di Pemerintah Kota Padang. Namun jumlah ASN dari tenaga guru dan bidan memang lebih banyak, mencapai 8 ribu. “Saat ini yang mengajukan permohonan cerai sudah 30 orang,” terangnya.

Berbagai alasan pengajuan cerai yang diungkapkan ASN Kota Padang. Salah satunya yakni ingin hidup lebih layak. “Ada pengaruh kepada peningkatan ekonomi dan mengubah situasi kehidupan nampaknya,” ujar Asnel.

Asnel menyebut kebanyakan guru dan bidan minta cerai disebabkan karena pasangan mereka tidak mampu menandingi penghasilan pasangannya. Sisi lain, mereka ingin mengangkat taraf hidup lebih baik karena semakin tingginya tekanan ekonomi. “Ketimpangan penghasilan inilah yang akhirnya membuat mereka memilih jalan cerai,” terang Asnel.

Namun begitu, Pemkot Padang tak serta merta mengizinkan perceraian terjadi. Pemkot Padang justru terlebih dahulu memediasi ASN tersebut. “Kami memberikan tausyiah kepada ASN yang mengajukan cerai. Setelah ditausyiah umumnya banyak yang ingin berbaikan lagi, namun tak jarang yang kembali mengajukan cerai setelah itu,” cecar Asnel.

Terpisah, Walikota Padang Mahyeldi Dt Marajo menyebut bahwa angka perceraian di Kota Padang cukup tinggi. Ini mengindikasikan harmonisasi di rumahtangga perlu penguatan. Sebab, dalam rumahtangga dibutuhkan kerjasama yang baik antara istri, suami dan anak-anak. “Sendiri-sendiri tak akan mungkin berhasil, keberhasilan diraih bila bersama,” kata Mahyeldi dalam suatu kesempatan.

Diterangkan Mahyeldi, kunci keberhasilan dalam rumahtangga bukanlah materi. Akan tetapi berhasilnya rumahtangga ditandai dengan cara menyelesaikan suatu masalah. “Kuncinya komunikasi yang baik dan efektif,” tutur Walikota. (***)

Editor:Agib M Noerman
Kategori:Lingkungan, GoNews Group, Kulim
wwwwww