Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Banjir Membuat Pelajar di Pasaman Barat ke Sekolah Lewani Genangan Air Sepanjang 3 Kilometer

Banjir Membuat Pelajar di Pasaman Barat ke Sekolah Lewani Genangan Air Sepanjang 3 Kilometer
Para pelajar sekolah dasar yang melewati banjir ke sekolah. (Humas)
Kamis, 21 April 2016 09:06 WIB

PASAMAN BARAT - Musibah banjir yang sering melanda jalan perkampungan proyek IV dan Proyek V di Joorng Pisang hutan, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, menyisakan kisah memprihatinak bagi anak sekolah di sana. Mereka yang ada dikampung setempat membuka sepatu jika pergi dan pulang sekolahdalam radius perjalanan berjarak tempuh hingga 3 km.

"Posisi jalan yang terimbas banjir dikampung setempat sekitar 50 meter, akibat luapan sungai batang kapa yang tidak jauh dari jalan tersebut," sebut salah seorang masyarakat setempat, yanto kemarin.

Dikatakannya, rawan banjir yang selalu menyulitkan anak sekolah saat pergi dan pulang sekolah, sedah berjalan lama. Sayangnya, belum mendapat perhatian dari pemerintah.

Diakuinya, dana yang dibutuhkan untuk perbaikan timbunan jalan itu, tidaklah seberapa, jika dibebankan ke anggaran APBD, tapi bagi warga sungguh sanagt menyulitkan. "Warga hanya bisa menyampaikan harapan kepada pemerintah dan berdoa, kiranay solusi apa yang harus dilakukan guna mengantisipasi banjir ini, ujarnya.

Disampaikanna, proyek IV dan V di Joorng Pisang Hutan, Nagari Sasak, juga generasi bangsa. Sama halnya dengan anak nagari lain yang ada di nusantara ini. Sudah sewajarnya mereka mendapat perhatian.

Jangan biarkan anak nagari itu merana ketika ingin pergi sekolah, Mereka juga ingin jadi anak cerdas, " sebut Yanto dilansir dari pasamanbaratkab.go.id. (***)

Editor:Calva
Sumber:Pasamanbaratkab.go.id
Kategori:Riau, GoNews Group, Hukum, Warga Bertuah
wwwwww